Pelatih menembak DKI apresiasi atlet muda di PON Papua

·Bacaan 2 menit

Atlet-atlet muda cabang menembak DKI Jakarta mencapai target prestasi dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua yaitu medali perunggu pada nomor team 10 meter riffle campuran.

"Mereka adalah atlet-atlet muda usia 14 tahun dan 17 tahun. Mereka dapat perunggu. Itu pencapaian luar biasa karena persiapan latihan kami sangat singkat yaitu sebulan," kata Pelatih Tim Menembak DKI Jakarta Inca Ferry Wihartanti kepada ANTARA di Lapangan Menembak Terbuka TNI AU Kabupaten Jayapura, Papua, Kamis.

Dua atlet muda DKI Jakarta itu adalah Massayu Putri Fadillah kelahiran 2007 dan Raditya Nur Pradana kelahiran 2004.

Mereka tergabung dalam nomor team 10 meter riffle campuran bersama Muhammad Perwira Hadi Putra dan Swasti Dini S. Kardin.

Baca juga: DKI Jakarta andalkan nomor reaksi dan shotgun untuk tambah emas

Inca Ferry mengatakan Massayu Putri dan Raditya Pradana baru pertama kali turun pada PON setelah masuk ke tim inti dari tim muda menembak DKI Jakarta.

"Kami tidak bisa mengharap target kepada mereka. Kami minta mereka berlomba dengan gembira dan tetap disiplin," kata pelatih nomor rifle dan pistol itu.

Pencapaian atlet-atlet muda cabang menembak dalam PON, lanjut Inca Ferry, menjadi tolok ukur prestasi bagi atlet daerah untuk masuk sebagai atlet pelatnas.

"Ajang PON ini merupakan ajang utama. Dari sini, (kesempatan) terbuka untuk ikut pelatnas SEA Games, Asian Games dan lainnya," kata perempuan yang juga menjadi juri dalam cabang menembak Asian Games 2018 Jakarta-Palembang itu.

Dominasi Jabar
Hingga Kamis, tim Jawa Barat masih memimpin perolehan medali cabang menembak PON Papua dengan total enam medali emas, satu medali perak, dan satu medali perak, dan satu medali perunggu.

DKI Jakarta mengoleksi dua emas, tiga perak, dan dua perunggu pada posisi kedua, disusul tim tuan rumah Papua dengan dua emas, dua perak, dan satu perunggu pada posisi ketiga.

Berikutnya, posisi keempat ditempati tim Lampung dengan satu emas dan dua perunggu. Daerah Istimewa Yogyakarta dan Bangka Belitung bersama-sama menduduki posisi kelima dan mendapatkan satu emas.

Selain enam kontingen itu, cabang menembak juga diikuti oleh tujuh kontingen lain yaitu Nusa Tenggara Barat, Bali, Jawa Timur, Sulawesi Utara, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, dan Riau.

Baca juga: Marciano apresiasi lahirnya atlet muda di cabang menembak PON Papua
Baca juga: Penyelenggara PON Papua tingkatkan keamanan arena lomba menembak

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel