Pelatih Pastikan Greysia Polii Masih Beraksi hingga Akhir 2021

·Bacaan 2 menit

VIVA – Pelatih kepala ganda putri pelatnas PBSI, Eng Hian, membeberkan masa depan Greysia Polii terkait kelanjutannya membela Indonesia. Dia mengatakan Greysia berpotensi gantung raket pada akhir tahun ini.

Greysia menjadi satu-satunya atlet senior di sektor ganda putri. Usianya saat ini telah mencapai 34 tahun.

Berbagai gelar pun sudah dirasakannya. Terbaru, dia sukses merebut medali emas Olimpiade Tokyo 2020.

Berbagai faktor tersebut membuat Eng Hian sudah tak bisa lagi menahan Greysia untuk tetap di pelatnas. Terlebih, dia kini sudah menikah dan harus mengikuti sang suami, Felix Djimin.

"Sebelumnya saya yang punya lisensi (untuk keputusan Greysia Polii), sekarang kan sudah menikah, jadi lisensinya ada di suami," kata Eng Hian dalam konferensi pers virtual, Kamis 19 Agustus 2021.

Kendati demikian, Eng Hian masih bisa menjamin jika Greysia masih akan berpasangan dengan Apriyani Rahayu hingga akhir tahun ini. Sebab, wanita asal Manado itu masih ingin bersaing di Kejuaraan Dunia 2021.

Setelahnya, Eng Hian menyerahkan keputusan sepenuhnya pada Greysia dan suami. Apakah akan lanjut atau pensiun sebagai atlet bulutangkis.

"Kemungkinan Greysia masih main sampai akhir tahun. Di situ masih ada satu keinginan Greysia untuk tampil di Kejuaraan Dunia (BWF World Championships 2021)," ujar Eng Hian.

"Mudah-mudahan diberikan kesempatan, tak ada halangan apapun. Bisa berprestasi di Kejuaraan Dunia di akhir tahun nanti," lanjutnya.

Masa depan Greysia Polii memang terus menjadi bola panas selepas meraih medali emas Olimpiade Tokyo. Namun, Greysia sendiri masih mencari waktu yang tepat untuk mengumumkan keputusan penting tersebut.

Yang pasti, dia masih akan tampil di dua turnamen besar seperti Piala Sudirman dan Piala Uber. Dan akan ditutup Kejuaraan Dunia 2021.

Sementara itu, Eng Hian baru saja mendapatkan apresiasi dari PB Djarum berkat kesuksesannya mengantarkan Greysia/Apriyani meraih medali emas Olimpiade Tokyo. Kali ini, bonus diberikan oleh Djarum Foundation lantaran Eng Hian dan asistennya, Chafidz Yusuf merupakan alumni PB Djarum.

Penghargaan yang diberikan berupa voucher Blibli senilai Rp 150 juta bagi Eng Hian dan Rp 100 juta untuk Chafidz Yusuf. Keduanya juga menerima bonus masing-masing TV LED Polytron senilai 20 juta. Dengan demikian, total penghargaan yang diberikan kepada kedua pelatih dan alumni PB Djarum tersebut mencapai sebesar Rp 290 Juta.

“Keberhasilan sektor ganda putri Indonesia meraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 tentu tidak lepas dari peran Eng Hian dan Chafidz Yusuf sebagai pelatih," kata Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin.

"Pemberian penghargaan bagi keduanya ini adalah wujud syukur dan komitmen PB Djarum terhadap para pemain maupun alumninya yang menjadi pelatih dan mengantarkan bulutangkis Indonesia meraih kejayaan tingkat dunia,” lanjut dia.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel