Pelatih Prawira didenda IBL Rp25 juta buntut ricuh lawan Dewa United

Pelatih Prawira Bandung David Singleton dijatuhi hukuman sanksi berupa denda sebesar Rp25 juta karena terbukti menjadi pemicu kericuhan seusai Gim 3 playoff melawan Dewa United Surabaya, demikian diumumkan operator Liga Bola Basket Indonesia (IBL), Kamis.

IBL menyatakan bahwa pelatih asal Amerika Serikat itu terbukti melanggar peraturan pelaksanaan IBL IV Pasal 1 Ayat 2 tentang Etika Personel Klub IBL.

Aturan tersebut mengamanatkan bahwa seluruh personel IBL, dan pihak dan pihak lain yang memiliki keterkaitan dengan klub IBL, pada saat pertandingan berlangsung maupun setelah pertandingan tidak diperkenankan melakukan tindakan atau perbuatan yang dapat memancing emosi pemain lawan, pelatih lawan, ofisial lawan, perangkat pertandingan, maupun penonton.

Sementara regulasi mengenai sanksi atas pelanggaran tersebut termaktub dalam peraturan pelaksanaan IBL 2022 Bab IV Pasal 6 tentang Sanksi dan Denda Kode Etik.

Insiden yang dimaksud merujuk pada momen selepas bel tanda bubaran Gim 3 playoff IBL 2022 yang dimenangi Prawira secara dramatis dengan skor 69-65 atas Dewa United di GOR C-Tra Arena, Bandung, Jawa Barat, Selasa (16/8) kemarin.

Baca juga: Menang dramatis atas Dewa United, Prawira Bandung ke semifinal IBL

IBL menyatakan telah melakukan penyelidikan lewat tinjauan rekaman audio visual untuk menjabarkan kronologi kericuhan yang terjadi saat itu, sebagai dasar keputusan hukuman terhadap Singleton.

Setelah laga usai, Singleton diketahui berlari ke depan bangku pemain Dewa United Surabaya dengan melakukan selebrasi yang dinilai berlebihan.

Selebrasi berlebihan tersebut memicu reaksi balik dari ofisial Dewa United yang langsung berjalan menghampiri David.

Melihat kejadian tersebut di lapangan, manajemen Dewa United yang berada di tribun belakang bangku pemain juga terpancing dan berimbas pada situasi yang makin memanas.

Dari tribun atas, pendukung Dewa United melemparkan botol plastik air mineral ke lapangan dan mengakibatkan balasan dari kubu pendukung Prawira.

Secara sigap panitia beserta kepolisian setempat langsung mengamankan dan segera bisa diatasi oleh petugas keamanan di lapangan.

Seluruh pihak menyayangkan kejadian ini. Singleton pun telah menyampaikan permohonan maaf atas reaksi emosional yang dilakukan pada saat konferensi pers usai pertandingan tersebut.

Baca juga: Playoff IBL 2022 tarik lebih dari 12 ribu penonton

Sementara itu, Direktur Utama IBL. Junas Miradiarsyah berharap insiden pada laga Prawira dan Dewa United menjadi yang terakhir.

"Bola basket memiliki kultur permainan dan suasana pertandingan yang aman dan nyaman bagi semua dan hal ini harus kita jaga bersama. IBL berharap kejadian serupa tidak terulang dan agar menjadi pembelajaran bagi seluruh pihak, terutama kedua tim yang berlaga kemarin," kata Junas.

"Selain penjatuhan sanksi, kedua tim juga diberikan peringatan agar kedepan dapat lebih menahan diri dan menjaga seluruh komponen tim di kemudian hari dapat lebih menjunjung sportifitas dan saling menghargai," ujarnya menambahkan.

Prawira dijadwalkan melakoni Gim 1 dan 2 semifinal melawan juara bertahan Satria Muda Pertamina Jakarta di GOR C-Tra Arena pada Sabtu (20/8) dan Minggu (21/8). Apabila diperlukan semifinal berformat best-of-three atau mencari dua kemenangan itu bakal berlanjut dengan Gim 3 pada Selasa (23/8).

Baca juga: West Bandits Solo tantang Pelita Jaya pada semifinal IBL 2022