Pelatih rowing: PON Papua dimanfaatkan untuk pencarian bibit potensial

·Bacaan 1 menit

Pelatih Rowing Indonesia M Hadris mengatakan pelaksanaan PON Papua bukan hanya adu gengsi antardaerah, akan tetapi juga bertujuan mencari bibit-bibit potensial untuk dibawa ke pemusatan latihan nasional (Pelatnas).

"PON Papua untuk mantau juga, mana yang potensial," ujar Hadris saat ditemui di arena dayung teluk Youtefa, Kota Jayapura, Sabtu.

Ia mengatakan selama penyelenggaraan pertandingan rowing, tim pelatih sudah mengantongi sejumlah nama baru yang kemungkinan besar bisa dibawa ke Pelatnas, namun ia tak mau merinci total bibit potensial tersebut.

Menurut dia, atlet-atlet baru itu sudah bisa menunjukkan kemampuan terbaiknya, hanya tinggal diasah lagi agar lebih matang, baik secara teknik maupun mental.

"Mungkin kalau saya melihat tekniknya, kita tinggal poles di Pelatnas. Kalau di mata saya, ada yang potensial, yang bisa dibina untuk kelanjutan Timnas nanti," kata Hadris.

Baca juga: Kontingen dayung Jabar kokoh di puncak perolehan medali sementara

Sebelumnya, ia mengungkapkan atlet-atlet rowing Indonesia yang ikut membela daerah mereka masing-masing di PON Papua akan langsung dikumpulkan kembali untuk menjalani pemusatan latihan nasional sebagai persiapan menghadapi kejuaraan-kejuaraan internasional.

"Kalau agenda Pelatnas itu kita berjalan terus-menerus, hanya karena ada PON, atlet kita serahkan ke daerah masing-masing untuk berlatih. Rencana setelah PON ini, (atlet) bergabung lagi di Pelatnas," ungkap Hadris.

Atlet-atlet itu selanjutnya akan dipersiapkan untuk mengikuti kejuaraan Asian Rowing Championship di Thailand pada Desember mendatang.

"Kalau pandemi sudah bisa (terkendali) di Desember, anak-anak saya yang di Pelatnas akan ikut kejuaraan Asian Rowing Championship di Thailand tanggal 8-12 Desember," tambah Hadris.

Baca juga: Atlet rowing akan kembali ke Pelatnas usai PON Papua
Baca juga: Menpora harapkan arena dayung munculkan atlet terbaik Papua

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel