Pelatih sebut hasil turnamen simulasi World Tour Finals memuaskan

Pelatih tunggal putra Pelatnas PBSI Cipayung, Irwansyah, menuturkan bahwa hasil turnamen simulasi BWF World Tour Finals 2022 dinilai memuaskan lewat performa atlet yang mampu bermain maksimal di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Kamis.

Menurut Irwansyah, tiga wakil tunggal putra Indonesia tetap bermain dengan nyaman dan berkompetisi secara maksimal meski baru menginjakkan kaki di Tanah Air pada hari Selasa setelah berlaga di tur Eropa selama kurang lebih tiga pekan.

"Memang kondisi baru pulang dari Eropa masih ada lelah, tapi kondisi anak-anak semuanya bagus karena niatnya memang untuk ikut uji coba. Mereka mainnya 'enjoy' sehingga bisa memberikan yang terbaik di simulasi ini," kata Irwansyah dalam konferensi pers setelah turnamen.

Baca juga: Jonatan kalahkan Ginting pada final turnamen simulasi WTF 2022

Pada turnamen bertajuk "BNI Bright Up Cup 2022" itu, dimainkan turnamen berformat round robin bagi nomor tunggal putra yang diikuti pebulu tangkis nasional Anthony Sinisuka Ginting, Jonatan Christie, dan Chico Aura Dwi Wardoyo.

Turnamen simulasi tersebut hanya memainkan satu nomor pada hari pertama, dengan setiap partai pertandingan memainkan satu gim dengan poin maksimal 25 angka.

Ginting dan Jonatan bertemu pada babak final setelah keduanya melalui fase penyisihan dari Grup A dan Grup B, dengan gelar juara sukses diboyong Jonatan dengan skor kemenangan 25-23.

Meski kalah dari rekan sepelatnas, namun Ginting mengaku puas dengan kinerja pada turnamen itu dan bersyukur bisa menuntaskan pertandingan tanpa cedera.

"Ya bersyukur bisa main di sini, bisa untuk persiapan ke WTF juga karena formatnya sama-sama memakai setengah turnamen. Sistemnya memakai grup dulu baru ke fase gugur. Turnamen ini jadi salah satu persiapan saya, semoga nanti di WTF bisa memberikan yang terbaik," kata Ginting yang membawa pulang hadiah runner-up sebanyak 6.000 dolar amerika atau sekitar Rp94 juta.

Sementara itu, Jonatan yang merebut gelar juara berhak membawa pulang hadiah sebesar 7.000 dolar atau Sekitar Rp109 juta. Namun sebelum memenangkan turnamen, Jonatan terlebih dulu berlaga pada babak penyisihan dengan mengalahkan Shittikom Thammasin (Thailand) 25-16, serta kalah dari Leong Jun Hao (Malaysia) 23-25.

Sedangkan Ginting lolos ke partai final mewakili Grup A dengan keunggulan dua kemenangan kontra Chico Aura Dwi Wardoyo (Indonesia) 25-20, dan Ng Tze Young (Malaysia) 25-12.