Pelatih: Sepak bola putri Papua sudah buat sejarah

·Bacaan 1 menit

Pelatih sepak bola putri Papua Priagung Dani Atmojo mengaku bangga sekaligus bersyukur karena timnya telah membuat sejarah dengan meraih medali emas cabang olahraga sepak bola putri PON XX Papua.

Tim putri Papua berhasil mengubur mimpi Jawa Barat lewat kemenangan tipis 1 - 0 pada laga final sekaligus menjadi provinsi pertama yang meraih medali emas cabang sepak bola putri.

"Kami sudah buat sejarah di Tanah Papua. PON pertama kali untuk sepak bola putri, kami tim PON Papua juara dan itu sejarah. Sejarah yang kita ukir di Tanah Papua," kata Priagung Dani Atmojo usai laga di Stadion Katapal, Merauke, Senin.

Priagung menambahkan bahwa kemenangan yang diraih anak asuhnya merupakan buah dari kerja keras serta persiapan yang telah dilakukan sejak dua tahun lalu.

Dia juga mengatakan kemenangan yang diraih timnya tak lepas dari campur tangan Tuhan dan juga dukungan dari masyarakat Papua.

"Pertandingan tadi akhir dari perjuangan kami dua tahun lebih dan memang target kita sudah tercapai. Saya ucapkan terima kasih untuk semua masyarakat di Merauke, lebih khusus semua masyarakat Papua. Kami bisa persembahkan emas ini semua karena Tuhan," ujar Priagung.

Sementara itu, kapten tim putri Papua Selly Wunungga mengaku tak bisa henti-hentinya mengucap syukur kepada Tuhan atas keberhasilan yang diraih timnya.

Selly mengatakan bahwa pada laga final melawan Jawa Barat dirinya dan teman-temannya sudah menyiapkan mental untuk mempersembahkan medali emas.

"Dari kemarin kami memang sudah persiapkan diri hari ini. Permainan hari ini kami tak berpikir takut, tak berpikir ragu dan hari ini sudah mencapai hasil," ujar Selly.

Baca juga: Pelatih sebut angin faktor kekalahan Jabar pada final sepak bola putri
Baca juga: Gol indah Liza Armanita antar Papua juarai sepak bola putri PON Papua
Baca juga: 300 personel amankan laga final sepak bola putri Papua vs Jabar

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel