Pelatih Timnas Prancis Kecam Keputusan Liga Inggris dan Spanyol

Liputan6.com, Jakarta Pelatih timnas Prancis, Didier Deschamps mengaku khawatir dengan rencana sejumlah kompetisi Eropa seperti Liga Inggris dan Spanyol bergulir lagi. Deschamps menyebut, keputusan itu lebih mengutamakan uang ketimbang keselamatan.

"Kehidupan kembali seperti semula dengan pembatasan di semua area. Di sepak bola, kembalinya beberapa kompetisi, utamanya merespon masalah ekonomi," kata Deschamps seperti dilansir Sportskeeda.

"Lihat keputusan yang dibuat di Spanyol dan Inggris," ujarnya menambahkan.

Seperti diketahui, sejumlah kompetisi di Eropa antara lain Liga Spanyol, Liga Italia dan Liga Inggris, kabarnya segera dimulai lagi. Pasalnya, jumlah kasus pandemi virus corona di negara masing-masing sudah melandai.

Bundesliga Jerman malah sudah memulai lagi kompetisi lebih dahulu. Liga Spanyol, Liga Italia, dan Liga Inggris masih dalam tahap penjajakan.

Hal berbeda terjadi di Prancis dan Belanda. Kedua operator liga di dua negara itu memutuskan menganulir musim kompetisi 2019/20.

 

Sepak bola Wanita Dianulir

Logo Premier League. (Footyheadline).

Deschamps menambahkan, kecenderungan mengutamakan aspek ekonomi bisa dilihat dari kebijakan berbeda terhadap sepak bola wanita. Berbeda dengan sepak bola pria, kompetisi sepak bola wanita mayoritas dihentikan.

"Kedua negara utama sepak bola (Spanyol dan Inggris, red) berencana menggulirkan lagi kompetisi. Tetapi tidak untuk sepak bola wanita, yang punya pendapatan lebih kecil. Itu mengungkapkan segalanya," kata Deschamps.

Khawatir Keselamatan Pemain

Lebih lanjut, Deschamps mengaku, keselamatan pemain menjadi kekhawatirannya. Selain soal virus corona, Deschamps merasa para pemain juga tidak punya persiapan mumpuni untuk memulai lagi kompetisi.

"Integritas fisik para pemain saya menjadi kekhawatiran utama. Beberapa yang bermain di luar negeri bermain tanpa menjalani persiapan lengkap," katanya mengakhiri.