Pelatih Timnas U-19 Khawatir FIFA Sanksi Indonesia

Editor Times Indonesia, Fajar Rianto, Faizal R Arief

Pelatih Timnas U-19, Fakhri Husaini mengaku kecewa ulah para suporter saat Timnas Senior melawan Malaysia dalam kualifikasi Piala Dunia pada Kamis (5/9/2019) di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Ia khawatir sanksi yang diberikan oleh Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) juga berdampak pada Timnas Junior.

"Kita belum tahu sanksi yang akan diberikan. Sanksi yang paling berat, kita khawatirkan dampaknya bukan cuma ke Timnas Senior. Bisa jadi seluruh pertandingan Timnas mulai dari senior, kami yang U-16, U-18 tidak boleh main di Indonesia," kata Fakhri di Stadion Mandala Krida Yogyakarta.

Fakhri mengatakan sepak bola Indonesia sudah dikenal di mata dunia mengenai fanatisme yang luar biasa. Ia memberikan contoh saat Timnas U-16 bermain dalam pertandingan Internasional di Sidoarjo, Jawa Timur.

Saat itu pertandingan ditonton oleh puluhan ribu orang. Momen seperti ini sangat jarang dialami di berbagai negara.

"Tidak ada satu negara di dunia yang pertandingan Tim U-16 ditonton puluhan ribu orang. Hampir setiap pertandingan kita ditonton penuh. Ini aset kita, modal kita," katanya.

Ia berharap agar para penonton yang akan datang langsung ke Stadion untuk mendukung Timnas, bisa mencontoh suporter di Sidoarjo. Tetap menghormati tim lawan baik sebelum, selama, maupun sesudah pertandingan.

"Jangan lagi bikin malu bangsa kita dengan tindakan-tindakan yang menurut saya menodai nilai fair playrespect," ucapnya.

Fakhri pun yakin, lebih dari 50 ribu penonton yang datang ke stadion saat laga melawan Malaysia dan menimbulkan kericuhan itu hanya sedikit orang, dibandingkan dengan mereka yang benar-benar datang untuk menikmati pertandingan.

"Saya yakin mungkin yang mau mencari popularistas dengan membuat onar itu hanya segelintir saja dari sebagian besar orang yang datang ingin menikmati pertandingan. Ini menyakitkan. Kenapa tidak ikut ribuan yang lain tertib. Menunggu sampai pertandingan selesai," katanya.

Dalam pertandingan sepak bola, kalah menang merupakan hal yang biasa. Sepak bola seharusnya bisa menghibur, menggembirakan dan mempersatukan.

"Jangan memanfaatkan stadion untuk membuat onar," tegasnya.