Pelatih Wales Wayne Pivac saksikan peningkatan sekalipun dihantam Irlandia

·Bacaan 3 menit

Dublin (AFP) - Kekalahan keenam berturut-turut Wales, yang dihantam 9-32 oleh Irlandia dalam pertandingan pembuka Autumn Nations Cup adalah pil pahit yang harus ditelan, kata pelatih Wayne Pivac.

Namun demikian, pelatih asal Selandia Baru itu menegaskan bahwa dia telah menyaksikan peningkatan kinerja tim setelah dikalahkan 10-14 di kandang sendiri oleh Skotlandia dalam pertandingan Six Nations mereka dua pekan silam.

Pivac berada di bawah tekanan besar karena tim dengan sebagian besar pemain yang sama berada di bawah bayang-bayang juara Grand Slam tahun lalu dan yang mencapai semifinal World Cup di bawah Warren Gatland.

Sebuah tim yang memiliki lebih dari 800 cap itu jarang memberikan ancaman nyata kepada Irlandia dan kebobolan hampir 20 penalti.

Wales hanya mendapat tiga penalti dari veteran Leigh Halfpenny untuk ditampilkan pada papan skor.

"Ini adalah pil pahit yang harus ditelan," kata Pivac.

"Kami tidak dikalahkan oleh lawan kami, kami biasa memberikan hadiah kepada mereka dan kami perlu memperbaikinya."

Pivac yang mengatakan akan ada perubahan besar untuk pertandingan melawan Georgia pekan depan itu yakin para pemain memiliki sikap yang tepat guna membangkitkan segalanya.

"Jelas sebagai pelatih Anda mengkhawatirkan kinerja apa pun ketika Anda tidak mendapatkan hasil yang Anda inginkan," kata Pivac.

"Persiapannya bagus dan mereka sudah bekerja sangat keras untuk memperbaiki kesalahan yang menghantam kami saat ini."

Kendari demikian Pivac mengatakan sulit masuk dan mengubah tim yang telah terbiasa dengan satu gaya permainan selama lebih dari satu dekade.

Masa kepelatihan Pivac di klub Wales, Scarlets, dikenal karena permainannya yang ekspansif yang berbeda dengan taktik yang lebih konservatif yang digunakan Gatland sewaktu melatih Wales.

"Saya ingin mengubah apa yang telah kami lakukan selama lebih dari 10 tahun dan pola pikir tak bisa berubah dalam semalam, dari pengalaman saya," kata dia.

"Kami percaya pada hal itu (strategi kami) dan kami akan menyingsingkan lengan baju kami, Senin.

"Kami sedang membidik Piala Dunia 2023."

Ironisnya, Pivac menghadapi bagian paling menyenangkan dari permainan Wales melawan Irlandia adalah pertahanan mereka, beberapa hari setelah pelatih pertahanan Byron Hayward hengkang.

"Ada banyak pemain yang kecewa di ruang ganti," kata dia.

"Mereka melakukan perubahan yang luar biasa besar.

"Itu adalah usaha pertahanan yang luar biasa dan menunjukkan volume kelompok ini."

Rekannya dari Irlandia Andy Farrell bisa bangkit kembali dari kekalahan melawan Prancis dua pekan lalu yang menghancurkan asa mereka meraih gelar Six Nations.

Pria Inggris berusia 45 tahun itu menyatakan dirinya performa dominan" meski ada banyak kesalahan juga dari orang Irlandia itu.

Dia sangat bersemangat dengan debut Test dari wing kelahiran Selandia Baru James Lowe dan scrum-half rekan senegaranya Jamison Gibson-Park dalam membuat start pertamanya setelah dua kali menjadi pemain cadangan.

Lowe mencetak try kedua dan terakhir Irlandia pada detik-detik terakhir.

Farrel mengakui akan menjadi tugas lebih berat saat menghadapi lawan mereka berikutnya Inggris di Twickenham.

Mereka dikalahkan telak oleh mereka awal tahun ini di Twickenham dalam Six Nations setelah membukukan kemenangan kandang atas Wales.

"Kami harus lebih klinis," kata Farrell.

"Ada sejumlah peluang yang melayang percuma."

Farrell mengatakan dia yakin kapten Johnny Sexton akan bugar menghadapi Inggris.

Fly-half bintang menunggu pemindaian hamstring pada Sabtu guna memastikan tingkat keparahannya.

Sexton mendapat mimpi buruk melawan Inggris awal tahun ini sehingga menganggap laga pekan depan akan memberi mereka indikasi yang baik tentang bagaimana mereka berkembang di bawah Farrell.

"Ini adalah tantangan besar sekali dan pertandingan yang bagus bagi kami untuk melihat seberapa jauh kami telah datang," kata dia.

"Kami bisa sangat bangga pada penampilan kami malam ini, tetapi kami bisa lebih baik dan harus berada di Twickenham."


pi/dj