Pelecehan Rasisme Jangan Sampai Padamkan Mimpi Pemain Asia di Inggris

Riki Ilham Rafles
·Bacaan 1 menit

VIVA – Kecaman atas pelecehan rasisme terhadap pemain Swansea City, Yan Dhanda terus berdatangan. Kali ini dari pemain sesama keturunan India, Mal Benning.

Menurut Benning, tindakan rasisme sudah harus dihilangkan dari sepakbola Inggris. Dia juga pernah mengalami masalah serupa di Januari 2020 lalu, dan itu sangat menyakitkan.

Belum lagi ada sederet pelecehan rasisme yang dialami pemain Manchester United, Axel Tuanzebe dan Marcus Rashford. Sampai tim wanita Setan Merah pun, Lauren James mengalaminya.

"Ketika saya melihat bahwa Yan Dhanda telah dilecehkan, saya cukup terkejut. Swansea bermain di ajang besar melawan Manchester City dan tidak banyak orang Asia dalam pertandingan itu," ujar Benning, dikutip dari Sky Sports.

Benning mengaku telah menghubungi Yan Dhanda dan berbicara soal ini. Kabar baiknya, pelecehan rasisme tak membuat temannya itu jadi patah semangat untuk terus bermain.

Harapan Benning, para pemain dan anak-anak Asia juga punya sikap yang sama. Jangan sampai malah semangat untuk berkarier di Inggris jadi dipendam karena takut mengalami hal yang sama.

"Saya telah menghubungi Yan dan dia baik-baik saja. Tidak banyak dari kita orang Asia dalam permainan ini, dan saya tidak ingin hal itu menghalangi anak muda Asia untuk ikut bermain karena mereka pikir seperti itulah rasanya," tuturnya.

Benning mengingatkan betapa pentingnya untuk segera memberantas kasus rasisme di media sosial. Di mana pelaku bersembunyi di balik anonimitas.

"Ini jelas merupakan minoritas kecil tetapi juga menjijikan untuk melihat hal itu terjadi lagi dan semua orang ingin melihatnya diberantas secepat mungkin," kata Benning.