Pelemahan Ekonomi Bisa Bawa Indonesia Kembali Jadi Negara Berpendapatan Menengah ke Bawah

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Pelemahan ekonomi yang terjadi di Indonesia pada 2020 berisiko membawa Indonesia masuk ke dalam kategori negara berpendapatan kelas menengah ke bawah. Seperti diketahui, ekonomi Indonesia sepanjang 2020 tercatat minus 2 persen.

"Kontraksi ekonomi beri risiko bagi ekonomi Indonesia untuk kembali masuk ke dalam kategori lower middle income," jelas Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Suharso Monoarfa, dalam Peresmian Pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional 2021, Selasa (4/5/2021).

Dia mengatakan, pandemi Covid-19 sejak tahun lalu berimplikasi pada kesehatan masyarakat. Tak hanya itu wabah virus asal China itu juga secara luas menganggu kinerja pembangunan baik di daerah maupun di tingkat nasional.

"Karena itu kita perlu bekerja keras, kerja cerdas dan segera melakukan penyesuaian dalam rencana pembangunan kita termasuk melakukan desain ulang terhadap strategi transformasi ekonomi Indonesia," imnbuhnya.

Menteri Suharso menambahkan, saat ini Bappenas telah siapkan enam strategi dalam redesain transformasi ekonomi Indonesia pasca Covid-19 dengan tetap menggunakan tujuan pembangunan berkelanjutan sebagai instrumen utama. Keenam strategi ini merupakan game changer untuk menuju Indonesia maju sebelum tahun 2045

"Saat ini Bapepnas sedang menyelesaikan rencana peta jalan transformasi ekonomi Indonesia yang diharapkan selesai dalam waktu dekat," jelasnya.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

Menko Airlangga Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Bisa Sentuh 5,3 Persen di 2021

Pemandangan deretan gedung dan permukiman di Jakarta, Rabu (1/10/2020). Meski pertumbuhan ekonomi masih di level negatif, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyebut setidaknya ada perbaikan di kuartal III 2020. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Pemandangan deretan gedung dan permukiman di Jakarta, Rabu (1/10/2020). Meski pertumbuhan ekonomi masih di level negatif, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyebut setidaknya ada perbaikan di kuartal III 2020. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2021 berada di kisaran 4,5 persen sampai 5,3 persen. Proyeksi ini melihat sudah mulai bangkitnya beberapa sektor pendukung.

"Seiring dengan penanganan pandemi yang semakin membaik, ekonomi Indonesia di prediksi rebound di tahun 2021. Diproyeksikan ekonomi kita akan tumbuh di 4,5 sampai 5,3 persen," sebutnya dalam webinar bertajuk Transformasi Ekonomi: Mendorong Investasi di Indonesia Melalui Implementasi UU Cipta Kerja, Kamis (29/4/2021).

Airlangga memastikan, capaian pertumbuhan ekonomi positif juga akan berlanjut di tahun 2022 mendatang. Diramalkan ekonomi mampu tumbuh melejit sebesar 6 persen.

"Kisarannya di 5,4 sampai 6 persen di tahun 2022," terangnya.

Airlangga mengungkapkan, untuk mewujudkan dua proyeksi pertumbuhan ekonomi positif tersebut pemerintah akan menerapkan tiga strategi jitu. Pertama, dengan mencatatkan pertumbuhan ekonomi tinggi mulai kuartal II tahun ini untuk mengurangi beban target yang diinginkan.

"Pemerintah terus mengupayakan agar pertumbuhan ekonomi di triwulan kedua dapat mencapai di kisaran 6,7 sampai 7 persen," tegasnya.

UU Cipta Kerja

Kedua, pemerintah akan memaksimalkan implementasi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja atau UU Cipta Kerja untuk mendukung upaya reformasi struktural. Menyusul undang-undang yang masih menuai polemik tersebut diyakini akan menawarkan berbagai kemudahan untuk menunjang berbagai kegiatan berusaha di Indonesia.

"(UU Cipta Kerja) akan menjadi pendongkrak ekonomi jangka menengah," ucapnya.

Terakhir, pemerintah terus berupaya mempercepat realisasi program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Percepatan dinilai penting untuk mengurangi beban masyarakat maupun pelaku usaha yang terdampak pandemi Covid-19.

"Jadi, PEN akan mempercepat ekonomi jangka pendek," tukasnya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: