Pelindo II Bantah Matikan Swasta

  • Survei Ipsos: 'Standar Hidup di Jakarta Lebih Mahal dari New York dan …

    Survei Ipsos: 'Standar Hidup di Jakarta Lebih Mahal dari New York dan …

    TRIBUNnews.com
    Survei Ipsos: 'Standar Hidup di Jakarta Lebih Mahal dari New York dan …

    TRIBUNNEWS.COM - Hasil survey standar hidup baru yang dilakukan oleh Ipsos Business Consulting Indonesia cukup mengejutkan …

  • ASUS Luncurkan Tiga Zenfone Sekaligus

    ASUS Luncurkan Tiga Zenfone Sekaligus

    Jagat Pintar
    ASUS Luncurkan Tiga Zenfone Sekaligus

    Produsen asal Taiwan, ASUS, menggebrak pasar ponsel kelas menengah dengan meluncurkan tiga seri Zenfone sekaligus. Mereka adalah Zenfone 4, Zenfone 5 dan Zenfone 6. Ketiga ponsel tersebut mengusung prosesor buatan Intel, Atom. …

  • AEKI: Tiongkok Pasar Kopi Potensial Bagi Indonesia

    Antara

    Jakarta (Antara) - Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) menyatakan Tiongkok merupakan pasar potensial ekspor biji kopi Indonesia dengan perkiraan rata-rata pertumbuhan per tahun mencapai 20 persen. "Dalam waktu lima hingga 10 tahun medatang, Tiongkok akan menjadi pasar strategis bagi Indonesia, kita akan terus perhatikan karena memang potensial untuk masa mendatang," kata Ketua Umum AEKI, Irfan Anwar, saat berbincang dengan wartawan di Jakarta, Selasa. ... …

TEMPO.CO, Jakarta -Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II RJ Lino membantah dikatakan mematikan pengusaha swasta. Menurut dia, Pelindo telah memberikan akses yang sama baik pada BUMN maupun Swasta. "Kami memberikan kesempatan yang sama, namun tentu kami pilih yang paling efisien untuk jadi partner. Anak usaha bila tidak efisien tentu enggak kita pilih," katanya ketika dihubungi Tempo, Selasa, 16 April 2013.

Ia menilai aneh bila kemudian Pelindo II dilarang berekspansi lantaran pengusaha swasta takut bersaing. "Bisnis itu kan persaingan, Pelabuhan itu harus efesien karena kalau enggak dampaknya ke masyarakat luas," katanya.

Perusahaan jasa kepelabuhan yang tergabung dalam beberapa asosiasi sebelumnya akan melayangkan surat kepada Kementerian Badan Usaha Milik Negara. Mereka memprotes ekspansi besar-besaran yang dilakukan Pelindo II.

Ketua Umum Indonesian National Shipowners Association (INSA), Carmelita Hartoto mengatakan bila tak ada jawaban memuaskan, sejumlah perusahaan akan mengadu ke Dewan Perwakilan Rakyat. "Kami akan segera melayangkan surat agar ekspansi tersebut dihentikan. BUMN seharusnya menjadi fasilitator bukan mematikan sektor swasta," kata Carmelita, di kantor Kamar Dagang dan Industri Indonesia, kemarin.

Setelah mengadu ke Menteri BUMN, beberapa asosiasi pengusaha seperti Asosiasi Logistik dan Forwarding Indonesia (ALFI), Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI), Forum Komunikasi Angkutan Khusus Pelabuhan (Anguspel) akan berkomunikasi dengan dengan Komisi V dan VI DPR. Jika pembicaraan itu tak membuahkan hasil, menurut Carmelita, anggota asosiasi itu akan melakukan demonstrasi.

Keluhan dari sejumlah pengusaha itu muncul karena sangat banyaknya anak usaha Pelindo II yang beroperasi di bisnis kepelabuhan. Sebut saja PT Indonesia Kendaraan Terminal, PT Energi Pelabuhan Indonesia, PT Integrasi Logistik Cipta Solusi, PT Jasa Peralatan Pelabuhan Indonesia, PT Pengembang Pelabuhan Indonesia, dan PT Pelabuhan Petikemas Indonesia.

Sementara itu, beberapa perusahaan lain yang akan dibentuk Pelindo II adalah PT Pelabuhan Tanjung Priok, PT Jasa Armada, PT Pusat Studi Maritime dan Logistik Indonesia, PT IPC Pelabuhan Peti kemas Indonesia, PT Marine Services Indonesia, PT Terminal Curah Indonesia, PT Sarana Pengerukan Indonesia.

ANANDA PUTRI

Topik Terhangat:

Lion Air Jatuh | Serangan Penjara Sleman| Harta Djoko Susilo | Nasib Anas

Baca juga

EDISI KHUSUS Tipu-Tipu Jagad Maya

Kata Saksi Bom Boston

Ustad Indonesia Orang Berpengaruh di New York

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...