Pelindo II siap gelontorkan Rp1,5 triliun kelola Pelabuhan Batu Ampar

Faisal Yunianto

PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC siap menggelontorkan investasi hingga Rp1,5 triliun untuk merevitalisasi Pelabuhan Batu Ampar di Batam, setelah resmi menjalin kerja sama dengan BP Batam untuk mengelola pelabuhan tersebut.

"Nilai investasi tahap pertama (revitalisasi), kita akan masukan range-nya antara Rp400 miliar sampai Rp1,5 triliun," ujar Direktur Utama Pelindo II, Elvyn G Masassya kepada Antara usai membuka rapat koordinasi nasional (Rakornas) Pelindo II di IPC University, Ciawi Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis.

Menurutnya, ada tiga fase sentuhan Pelindo II pada Pelabuhan Batu Ampar. Pertama fase revitalisasi, kedua fase pengembangan dan peningkatan kapasitas seperti penambahan terminal, ketiga yaitu fase pengembangan dan ekspansi bisnis.

Baca juga: Pembangunan Pelabuhan Batuampar Batam tahap I selesai September 2020

Ia menerangkan pada tahap revitalisasi pihaknya akan melakukan pengerukan dasar laut di pelabuhan dari kondisi sekarang dengan kedalaman sekitar 10 meter menjadi 12 meter.

"Fase pertama revitalisasi itu lebih kurang satu sampai dua tahun dimulai dari Maret ini, tahap kedua tiga tahun, totalnya jadi sekitar lima tahun," terang Elvyn.

Dia menyebutkan bahwa perbaikan infrastruktur untuk meningkatkan aktivitas di pelabuhan. Ia berharap pelabuhan terluar di wilayah Indonesia dan berhadapan dengan Singapura itu memiliki daya saing pascarevitalisasi besar-besaran.

Baca juga: Penataan Pelabuhan Batuampar untuk tingkatkan daya saing

"Selama ini kan cukup banyak aktivitas itu langsung ke Singapura, kalau kita punya pelabuhan yang relatif setara, tentu kapal-kapal besar akan datang, barang bisa ekspor langsung ke negara tujuan," tuturnya.

Menurut dia, dengan adanya pelabuhan yang kompetitif di dekat Singapura, akan menjadi alternatif kapal-kapal besar yang hendak membawa barang, sehingga tidak perlu terlebih dahulu ke Singapura, melainkan bisa langsung ke Indonesia.

Baca juga: Pelabuhan Batuampar dibangun konsorsium BUMN