Pelindo sebar 1.200 bibit pohon dan 73 tempat sampah pilah di Jakut

PT Pelabuhan Indonesia atau Pelindo (Persero) melalui Regional 2 Tanjung Priok telah memberikan 1.200 bibit pohon dan 73 tempat sampah pilah kepada perwakilan warga Jakarta Utara untuk peningkatan kualitas lingkungan setempat.

Wali Kota Jakarta Utara, Ali Maulana Hakim di Jakarta Utara, Jumat, mengatakan, 1.200 bibit pohon dan 73 tempat sampah pilah dari program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) PT Pelindo (Persero) itu dapat ditempatkan pada sejumlah Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) di Jakarta Utara.

Dalam kesempatan itu, Ali mengajak PT Pelindo Regional 2 Tanjung Priok memantau perkembangan pohon dan tempat sampah yang sudah disebar.

"Saya khawatir kalau tidak diperhatikan, hanya disimpan di tempat yang tidak 'pas', akhirnya mati dan sia-sia. Itu sangat disayangkan," kata Ali.

Ali berharap setiap ada program TJSL, pihak yang bertanggungjawab dapat terus memperhatikan pohon itu hidup sampai berbuah, atau hidup sampai berkembang, atau hidup sebagai pohon peneduh.

"Sehingga apa yang kami mulai hari ini bermanfaat di kemudian hari," kata Ali.

Baca juga: 500 anak di Jakut ikuti khitanan massal dari program PT Pelindo
​​​​​​
General Manager Regional 2 Tanjung Priok M Hadi Syafitri Noor memastikan pihaknya tidak hanya menanam tapi juga akan meninjau hasilnya beberapa bulan sekali.

"Tidak hanya penanaman, tapi beberapa bulan sekali kami meninjau hasilnya," kata Hadi.

Hadi mengatakan, TJSL tersebut merupakan program kolaborasi PT Pelindo dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam memberikan manfaat untuk kehidupan sosial lingkungan.

Terutama bagi anak-anak di Jakarta agar mendapat edukasi dengan kehadiran beragam pohon yang sengaja ditanam di RPTRA.

"Kami selalu kolaborasi sebagaimana tema Kota Jakarta sebagai Kota Kolaborasi demi Indonesia yang lebih baik lagi," kata dia.

Baca juga: Pelindo lestarikan lingkungan tanam 2.500 mangrove di Sumba Timur

Hadi mengatakan, program kepedulian perusahaan terhadap lingkungan pesisir Jakarta itu dilaksanakan dalam rangka ulang tahun merger PT Pelindo pertama pada 1 Oktober 2022 mendatang.

Berdasarkan data Rencana Pembangunan Daerah (RPD) DKI Jakarta periode 2023-2026, disebutkan perubahan iklim mendorong peningkatan permukaan air laut.

Sementara itu, penurunan muka tanah di pesisir DKI Jakarta terjadi sejak 1925-2015 sebesar 0-4 meter.

Penurunan muka tanah dan peningkatan permukaan air laut mengancam pulau-pulau di Kepulauan Seribu dan daratan pesisir Jakarta tenggelam.

Sedangkan secara geografis, dalam RPD itu disebutkan posisi Jakarta berada di wilayah pesisir landai dengan 40 persen area daratan berada di bawah muka laut.