Pelni Uji Coba Tes GeNose di Pelabuhan Tanjung Priok

Fikri Halim, Mohammad Yudha Prasetya
·Bacaan 2 menit

VIVA – PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT Pelni (Persero) mulai menyosialisasikan penggunaan alat GeNose di Pelabuhan Tanjung Priok. Uji coba ini dilakukan untuk rentang waktu seminggu ke depan, sembari menunggu kebijakan pemerintah.

Hal itu dilakukan bersama dengan pemangku kepentingan di Pelabuhan Tanjung Priok. Antara lain terdiri dari perwakilan dari Pelni, Pelindo II, Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Priok, Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok, serta tim GeNose dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

Pjs. Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT Pelni, Opik Taupik, menginformasikan bahwa sosialisasi akan mulai diberikan pada calon penumpang KM Nggapulu yang naik dari Tanjung Priok pada hari ini.

"Dengan percobaan (menggunakan alat GeNose) bagi sekitar 100 penumpang pertama," kata Opik dalam keterangan tertulisnya, Selasa 2 Maret 2021.

Opik menambahkan, sosialisasi deteksi COVID-19 menggunakan GeNose ini, difokuskan untuk memastikan bahwa alur kedatangan calon penumpang hingga naik ke atas kapal berjalan mulus. Selama masa sosialisasi tujuh hari ke depan, calon penumpang tidak akan dipungut biaya untuk pemeriksaan menggunakan GeNose ini.

Nantinya, apabila pemerintah sudah menerbitkan surat edaran, maka penggunaan GeNose di pelabuhan akan diterapkan secara penuh, termasuk pengenaan biaya kepada calon penumpang.

Opik mengaku bahwa pihaknya juga menanti kebijakan pemerintah, terkait apakah hasil pemeriksaan GeNose dapat diterima secara nasional. Hal itu mengingat bahwa sejumlah Pemerintah Daerah, khususnya yang disinggahi kapal Pelni, masih menggunakan hasil tes rapid antigen sebagai syarat utama perjalanan.

"Mengingat bahwa perjalanan menggunakan transportasi laut untuk Pelni, masih mengacu pada Surat Edaran Kementerian Perhubungan yaitu SE 18 Tahun 2021 dan SE 22 Tahun 2021," ujarnya.

Diketahui, PT Pelni dan Pelindo II selaku operator kapal dan pengelola terminal penumpang Pelabuhan Tanjung Priok, nantinya juga akan mengingatkan para calon penumpang untuk berpuasa 30 menit sebelum menjalani pemeriksaan menggunakan GeNose.

Puasa yang dimaksud yakni dengan tidak makan atau minum, termasuk larangan merokok. Sebab, alat GeNose ini disebut-sebut sangat sensitif terhadap udara dengan bau menyengat, seperti misalnya parfum, asap rokok, maupun hand sanitizer.