Pelukan Abadi Kerangka Pasutri China Berumur 1.500 Tahun

·Bacaan 2 menit

VIVA – Sisa-sisa kerangka pasangan suami istri (pasutri) yang terkubur bersama berusia lebih dari 1.500 tahun di China Utara baru-baru ini ditemukan terkunci dalam pelukan abadi.

Ada kemungkinan perempuan yang mengenakan cincin logam di jari manis kirinya mengorbankan dirinya agar bisa dimakamkan bersama suaminya, menurut para peneliti.

Penguburan yang terjalin antara dua kerangka yang terkunci dalam pelukan ini adalah yang pertama dari jenisnya di negeri Tirai Bambu, dan mungkin mencerminkan perubahan sikap terhadap cinta kepada masyarakat China saat itu.

"Ini adalah pasangan pertama yang ditemukan dalam pelukan penuh kasih nan abadi," kata Kepala Peneliti Qian Wang dari Department of Biomedical Sciences, Texas A&M College of Dentistry, Amerika Serikat (AS), mengutip dari situs Science Alert, Senin, 30 Agustus 2021.

Wang dan para arkeolog menemukan pemakaman itu pada Juni 2020 saat penggalian kuburan di Provinsi Shanxi. Pemakaman berisi 600 pemakaman dari Xianbei, sebuah kelompok nomaden kuno di China Utara yang berasimilasi dengan budaya China Han, berasal dari Dinasti Wei Utara (386-534 M).

Karena penguburan pasangan itu unik maka para arkeolog memutuskan untuk tidak menggali sisa-sisa kerangka sepenuhnya. Sebagai gantinya, tim membiarkan mereka menjalin kasih di kehidupan abadinya sehingga keduanya bisa dipajang di museum masih dalam posisi pelukan.

Ketika dibongkar, kerangka pria itu memiliki tinggi sekitar 5 kaki atau 4 inchi (161,5 cm) dan mengalami beberapa luka seperti patah lengan, bagian jari yang hilang di tangan kanannya dan taji tulang di kaki kanannya. Ia kemungkinan meninggal dunia antara usia 29-35 tahun.

Sementara kondisi perempuannya kebalikan dari sang suami. Ia cukup sehat ketika meninggal dunia. Tingginya sekitar 5 kaki atau 2 inchi (157,1 cm) dan hanya memiliki beberapa masalah pada gigi, salah satunya berlubang. Ia kemungkinan meninggal dunia antara usia 35-40 tahun.

"Ada kemungkinan perempuan itu mengenakan cincin di jari manisnya karena pengaruh kebiasaan dari wilayah barat dan sekitarnya melalui Jalur Sutra dan asimilasi orang-orang Xianbei yang mencerminkan integrasi budaya China dan Barat," ungkap Wang.

Pasangan tersebut dikubur dengan hati-hati. Tubuh prianya melengkung ke arah si perempuan dan lengan kirinya diletakkan di bawah tubuhnya. Kemudiann, lengan kanannya memeluk tubuh istrinya dengan tangan bertumpu di pinggangnya.

Sedangkan tubuh si perempuan ditempatkan dalam posisi untuk dipeluk. Kepalanya sedikit ditundukkan ke bawah, yang berarti wajahnya bersandar di bahu serta lengannya memeluk tubuh suaminya tersebut.

Wang juga mengaku telah menemukan dua pasangan lainnya terkubur bersama di lokasi pemakaman yang sama, tapi tidak berpelukan erat dan perempuannya tidak mengenakan cincin.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel