Peluncuran BLE, Rudi: BP Batam Dukung Guna Pembangunan Infrastruktur

VIVA
·Bacaan 3 menit

VIVA – Pemerintah meluncurkan platform Ekosistem Logistik Batam atau Batam Logistic Ecosystem (BLE). Platform digital ini sebagai pilot project dari pengembangan ekosistem logistik nasional atau National Logistic Ecosystem (NLE) dan keberhasilannya akan diterapkan di daerah lain di Indonesia.

Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi, menyambut baik peresmian BLE yang telah diluncurkan oleh Menteri Koordiantor Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, Kamis 18 Maret 2021.

Dengan di resmikannya platform single entry yang merupakan bangian dari NLE ini maka Auto Gate System di Pelabuhan Batu Ampar yang di Kelola oleh BP Batam terintegrasi dengan Tempat Penimbunan Sementara (TPS) Online milik Bea Cukai Batam resmi beroperasi.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, berkomitmen untuk mendukung BLE dengan perbaikan dan pembangunan infrastruktur di pelabuhan Batu Ampar. Begitu juga dengan kesiapan perkuatan SDMnya. Hal itu di ungkapkan Rudi di Balairungsari usai peluncuran BLE.

“Tahun ini kita sedang melakukan pengembangan pelabuhan, khususnya di Dermaga Utara, dan rencana pengembangannya akan selesai pada tahun 2022 mendatang, begitu juga dengan beberapa bangunan di sekitar pelabuhan akan di tata. BP Batam sudah menyiapkan anggarannya dan ini adalah komitmen BP Batam untuk mewujudkan BLE yang pada muaranya untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas,” ujar Rudi.

Rudi mengemukakan, dengan di luncurkan BLE oleh Menko Marves pada hari ini, maka Auto Gate System Pelabuhan Batu Ampar sudah resmi beroperasi. Hal ini merupakan sebuah langkah maju yang disiapkan BP Batam dan pemerintah pusat.

Sementara itu, Direktur Badan Usaha Pelabuhan BP Batam, Nelson Idris, mengemukakan terkait dengan penerapan otomatis melalui Auto Gate System ini, diharapkan dapat menjawab keluhan para pengguna jasa yang selama ini harus mengantre panjang di pos pemeriksaan Bea Cukai saat kegiatan bongkar muat sedang padat di Pelabuhan Batu Ampar.

Selain itu Nelson mengatakan, Auto Gate System ini juga dapat meningkatkan sistem keamanan pelabuhan karena tidak semua kendaraan dapat bebas lalu Lalang di Pelabuhan yang telah menerapkan ISPS Code ini.

“Sehingga dengan penerapan Auto Gate System ini, ISPS Code juga kita jalankan,” ujarnya.

BLE merupakan platform yang di bangun oleh Bea Cukai Batam yang terintegrasi sistem milik CIQP dan sistem Batam Seaport Information Management System (B-SIMS) yang di bangun BP Batam untuk mempermudah pengurusan layanan perijinan dalam suatu platform.

Dengan penerapan BLE, maka pengguna jasa hanya perlu melakukan pengurusan data tunggal untuk layanan jasa kepelabuhan sehingga intensitas tatap muka dengan petugas dapat di minialisir dan waktu pelayanan menjadi lebih efisien.

“Pengintegrasian B-SIMS, Auto Gate System, dan TPS Online bertujuan untuk mempercepat alur masuk dan keluar barang di pelabuhan. Diharapkan dengan berjalannya digitalisasi ini makan akan mengurangi biaya yang dikeluarkan oleh pengguna jasa sehingga kami harap dapat menstimulus perekonomian khususnya penurunan tarif logistik,” katanya.

Nelson menjelaskan bahwa pengembangan sarasa dan prasarana Auto Gate System demi mendukung implementasi BLE telah dilakukan sejak November 2020 lalu.

Gate otomatis telah di pasang untuk gate in dan gate out, serta telah dilakukan uji coba dengan sistem TPS Online milik Bea Cukai Batam sejak Januari 2021. Sosialisasi kepada pengguna jasa baik dari kalangan perusahaan bongkar muat maupun perusahaan pengurusan jasa kepabenan untuk menggunakan web service B-SIMS juga telah dilakukan beberapa tahap.

“Pengguna jasa akan menggunakan B-SIMS sebagai portal pengeluaran dan pemasukan barang dari dan ke pelabuhan. B-SIMS juga terintegrasi dengan sistem TPS Online milik Bea Cukai sehingga pengguna jasa dapat melacak informasi lokasi container yang di timbun di TPS pelabuhan Batu Ampar,” tutup Nelson.

Salah satu layanan yang dapat di akses pengguna jasa melalui platform BLE yaitu kegiatan Ship to Ship (STS) atau Floating Storage Unit (FSU). Nelson menjelaskan bahwa pengurusan layanan STS/ FSU yang sebelumnya memakan waktu tiga hari, kini dengan implementasi BLE dapat di perpendek menjadi satu jam saja di masing-masing instansi, dengan catatan pengguna jasa telah melengkapi dokumen yang dipersyaratkan.

Nelson juga menegaskan, jika dokumen yang di unggah pengguna jasa kurang lengkap, maka proses layanan akan otomatis terhenti.

Selain menciptakan kolaborasi sistem antara pelaku bisnis dan pemerintah (B2G2G), BLE juga mewadahi kolaborasi sistem antara pemerintah dan pelaku bisnis (G2B2B) dengan menggandeng perusahaan trucking seperti PT Aiti Log dan I-Trucking untuk mendukung sistem penataan logistik di Kota Batam.

Peluncuran BLE di hadiri juga oleh Menko Polhukam Mahfud MD, Mendagri Muhammad Lutfi, Menkeu Sri Mulyani, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad, serta organisasi perangkat daerah lainnya.