Peluncuran SpaceX-NASA ditunda hingga Minggu karena cuaca

·Bacaan 2 menit

Washington (AFP) - NASA pada Jumat mengatakan rencana peluncuran kapal SpaceX berawak ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada Sabtu harus ditunda satu hari karena cuaca buruk.

"Karena angin darat dan operasi pemulihan, @NASA dan @SpaceX menargetkan peluncuran misi Crew-1 dengan astronot ke @Space_Station pada Minggu 19.27 EST, 15 November (0027 GMT Senin)," administrator NASA Jim Bridenstine mencuit.

"Operasi pemulihan" mengacu pada kapal yang harus dipindahkan ke tempatnya seandainya misi dibatalkan setelah peluncuran dan awak kapal dipaksa untuk mendarat di laut.

Peluncuran pada Minggu memulai yang pertama dari apa yang diharapkan AS akan menjadi misi rutin untuk SpaceX setelah uji terbang yang sukses di akhir musim semi.

Penerbangan demonstrasi pada Mei itu adalah untuk pertama kalinya misi awak lepas landas dari tanah AS sejak program Pesawat Ulang-alik berakhir pada tahun 2011, yang membuat NASA bergantung pada roket Rusia untuk perjalanan ke ISS.

Anggota kru - tiga orang Amerika dan satu orang Jepang - akan terbang dengan Crew Dragon, pesawat ruang angkasa kapsul yang awal pekan ini menjadi yang pertama disertifikasi oleh NASA sejak Space Shuttle hampir 40 tahun lalu.

"Sejarah yang dibuat kali ini adalah kami meluncurkan apa yang kami sebut penerbangan operasional ke Stasiun Luar Angkasa Internasional," kata Bridenstine kepada wartawan pada konferensi pers sebelumnya.

Crew Dragon dijadwalkan berlabuh di stasiun luar angkasa sekitar pukul 11:00 Senin, 16 November.

SpaceX, yang didirikan oleh Elon Musk pada tahun 2002, telah melampaui saingannya yang jauh lebih tua, Boeing, yang programnya kandas setelah gagal menguji Starliner tanpa awaknya.

Tetapi kesuksesan SpaceX tidak berarti AS akan segera berhenti membeli kursi dari badan antariksa Rusia, kata Bridenstine.

"Kami ingin melakukan pertukaran kursi di mana astronot Amerika dapat terbang dengan roket Soyuz Rusia dan kosmonot Rusia dapat terbang dengan kendaraan awak komersial," katanya, menjelaskan hal itu perlu jika salah satu program tidak berfungsi untuk jangka waktu tertentu.

SpaceX telah mengoperasikan stasiun luar angkasa yang memasok kembali penerbangan dengan versi kargo Dragon sejak 2012.

Misi awak berikutnya diharapkan akan diluncurkan pada akhir Maret 2021, membawa satu awak Eropa, satu Jepang dan dua awak Amerika.