Peluncuran Tahapan Pemilu 2024 Bukti Tidak Ada Penundaan

Merdeka.com - Merdeka.com - Ketua DPR RI Puan Maharani menghadiri Peluncuran Tahapan Pemilu 2024 yang dihelat Komisi Pemilihan Umum (KPU). Menurutnya, dimulainya tahapan Pemilu 2024 per hari ini adalah bukti tidak ada lagi ruang bagi wacana penundaan pemilu.

"Tidak ada pembahasan untuk penundaan. Tidak ada pembahasan untuk mengulur-ngulur," kata Puan, dalam sambutan 'Peluncuran Tahapan Pemilu 2024 di Jakarta, Selasa (14/6) malam.

Sebagai tanda dimulainya tahapan pemilu 2024, Puan bersama pejabat negara lain dan penyelenggara pemilu sama-sama menyalakan sirine.

Puan mengatakan, sejak awal DPR, Pemerintah, KPU, dan banyak elemen masyarakat sudah berkomitmen bahwa di tahun 2024 Pemilu harus dilaksanakan.

Namun, dia mengingatkan agar semua pihak tidak memandang Pemilu di Indonesia hanya sekadar mekanisme demokrasi.

"Pemilu di Indonesia tidak boleh kita anggap sebagai rutinitas 5 tahunan saja. Pemilu memiliki kedudukan yang sangat strategis dalam kehidupan berdemokrasi di Indonesia," ujar Puan.

Melalui Pemilu, lanjut Puan, para pemimpin yang terpilih memperoleh legitimasi dari rakyat, merumuskan dan menyusun berbagai perundang-undangan yang diperlukan untuk mewujudkan perikehidupan yang ber-Ketuhanan, adil dan beradab, menjaga persatuan, dan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Selain itu, di era demokrasi modern, Pemilu juga menjadi arena bagi rakyat untuk memilih para Pemimpin eksekutif, mulai dari Bupati/Walikota, Gubernur, sampai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia.

"Dengan kedudukan strategisnya, hasil Pemilu akan sangat menentukan wajah kehidupan berbangsa dan bernegara, setidaknya untuk 5 (lima) tahun ke depan," ucapnya.

"Di sisi lain, ibarat pisau bermata dua, penyelenggaraan Pemilu yang tidak sesuai dengan prinsip-prinsip demokrasi, juga bisa menjadi bumerang bagi kehidupan berbangsa dan bernegara," tambahnya.

Oleh karena itu, sebagai DPR RI mengimbau kepada segenap elemen bangsa untuk mengembalikan hakikat dan jati diri Pemilu sebagai instrumen demokrasi, yang berorientasi pada persatuan dan kesatuan bangsa.

"Pemilu adalah arena kompetisi, bukan pertempuran di antara anak bangsa," tegasnya.

Mendagri: Tak Ada Gesekan dan Politik Uang

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menekankan pentingnya pelaksanaan Pemilu 2024 tidak ada gesekan dan politik uang. Hal itu tidak akan terjadi jika adanya perbaikan terhadap Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan manajemen kerja Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) serta Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD).

"Karena ini menentukan perjalanan bangsa. Dan kita salah satu negara yang partisipasi pemilunya tinggi di dunia, yaitu 81 persen," katanya.

Dia mengungkapkan, bahwa Presiden Joko Widodo telah berpesan kepada KPU untuk tidak ragu mempersiapkan penyelenggaraan pemilu secara detail dan rapi.

"Presiden juga memerintahkan Mendagri, Menkeu dan seluruh jajaran pemerintahan termasuk polri/TNI, Pemda untuk mendampingi KPU dalam pengadaan logistik hingga pendanaan yang diperlukan," jelasnya.

Selain itu, Pemilu 2024 dipastikan berjalan damai dan tidak terjadi kembali gugurnya petugas-petugas. Dan dalam tahapan Pemilu nanti seperti pada saat masa kampanye dengan model kampanye yang berkualitas dan kampanye yang mengurangi polarisasi dengan menggunakan teknologi seperti Pilkada 2020.

"Pilkada 2020 membuktikan kita mampu melaksanakan itu, berlangsung lancar dengan tidak ada ledakan penyebaran Covid-19, menggunakan teknologi," imbuhnya.

Petugas KPU Harus Murah Senyum

Sementara itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Hasyim Asy’ari meminta, semua anggota KPU murah senyum. Sebab pada dasarnya, tugas yang dilakukan KPU adalah pelayan dalam hal lancarnya pesta demokrasi.

“Kalau ada anggota KPU ada yang kurang senyum tolong dilaporkan kepada kami, supaya ada pelatihan senyum,” katanya.

Dia memastikan jalannya pesta demokrasi 2024 akan terus dievaluasi. Dia menyadari, KPU masih memiliki kelemahan dan kesalahan. Karenanya, dengan dimulainya tahapan awal Pemilu ini, dia meminta secara bersama saling mendoakan agar semua berjalan lancar.

“Maka sebelum kita bersama-sama memulai tahapan Pemilu ada baiknya kita beristighfar kepada Tuhan Yang Maha Kuasa supaya memudahkan langkah-langkah kita dan juga kita berserah diri setelah ikhtiar dengan kuat dengan mohon doa,” ujarnya.

Usai memanjatkan doa, rangkaian acara lalu ditutup dengan penekanan tombol start secara bersama oleh seluruh komisioner KPU dengan didampingi oleh Ketua DPR RI Puan Maharani dan Mendagri Tito Karnavian.

Reporter: M Radityo [fik]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel