Pemain Andalan Tergerus Membela Timnas Indonesia, Pelatih Persebaya Menuntut Perbaikan Jadwal Seri Kedua BRI Liga 1

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Jakarta - Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso, menuntut perbaikan jadwal BRI Liga 1 2021/2022 pada seri kedua nanti. Hal itu berkaca kepada jadwal seri pertama lalu yang sempat bertabrakan dengan agenda Timnas Indonesia.

Empat pemain Persebaya, yakni Ernando Ari Sutaryadi, Rizky Ridho, Rachmat Irianto, dan Ricky Kambuaya, harus mulai berlatih bersama Timnas Indonesia mulai 3 Oktober 2021. Mereka akan bertanding kontra Taiwan dalam play-off Kualifikasi Piala Asia 2021 pada 7 dan 11 Oktober di Thailand.

Sedangkan Persebaya bertanding melawan PSIS Semarang dalam pekan keenam di hari yang sama, Minggu (03/10/2021). Tentu saja Persebaya terpaksa kehilangan kekuatan terbaiknya dalam duel itu dan akhirnya kalah 2-3.

Aji tidak ingin kasus seperti ini terjadi lagi. Dia meminta PSSI dan LIB (operator kompetisi) mampu menyusun jadwal dengan baik agar agenda BRI Liga 1 tidak bersamaan dengan Timnas Indonesia.

"Ke depan, kalau ada pertandingan-pertandingan timnas, seharusnya kompetisi tidak boleh main. Itu (jadwal bentrok) merugikan klub. Jadwal FIFA Match Day sudah ada sejak jauh hari. Bagaimana caranya mengatur antara bentrok kompetisi dan timnas,” ungkap Aji.

"Seharusnya kebanggaan ini tidak merugikan tim Persebaya. Jujur saja, saya sampaikan Persebaya merasa dirugikan dengan jadwal seperti ini. Seharusnya namanya FIFA Match Day atau Piala Asia atau yang lain-lainnya, berbulan sebelumnya pasti sudah turun ke federasi,” imbuhnya.

Persebaya Salah Satu Tim Paling Merugi dengan Pemanggilan Pemain ke Timnas

Kiper Persebaya, Ernando Ari Sutaryadi mengamankan bola saat melawan Borneo FC dalam laga pekan pertama BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Sabtu (04/09/2021). Persebaya kalah 1-3. (Foto: Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Kiper Persebaya, Ernando Ari Sutaryadi mengamankan bola saat melawan Borneo FC dalam laga pekan pertama BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Sabtu (04/09/2021). Persebaya kalah 1-3. (Foto: Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Kondisi ini tentu saja tidak hanya merugikan Persebaya, tapi klub-klub lain yang bertanding di BRI Liga 1. Persebaya juga mengalami kesialan karena berstatus sebagai klub penuyumbang pemain terbanyak ke Timnas Indonesia sehingga cukup berdampak pada pertandingan.

"Seharusnya federasi memberi informasi kepada LIB. Sebenarnya sangat sederhana sekali. Tapi, saya tidak mengerti cara berpikirnya mereka seperti apa sehingga bentrok antara kompetisi dan timnas,” ujar Aji Santoso.

"Saya tidak mau membahas lagi, ini hanya sebagai masukan untuk ke depannya, jangan sampai bentrok. Kalau diatur dengan baik, jadwal pasti tidak akan bentrok. Ini saya hanya menyampaikan apa yang seharusnya terjadi,” tuturnya.

Masalah Klasik

Selebrasi pemain Persebaya Surabaya, Ricky R. Kambuaya (dua kiri) usai menjebol gawang PSS Sleman saat laga pekan kelima BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Rabu (29/09/2021). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Selebrasi pemain Persebaya Surabaya, Ricky R. Kambuaya (dua kiri) usai menjebol gawang PSS Sleman saat laga pekan kelima BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Rabu (29/09/2021). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Polemik seperti ini sebenarnya adalah masalah klasik yang kerap gagal diatasi oleh PSSI dan LIB setiap musim. Sejak era Liga 1 mulai 2017, selalu ada protes klub karena jadwal kompetisi domestik yang berbenturan dengan agenda Timnas Indonesia.

Di awal musim, PSSI dan LIB selalu berjanji bahwa mereka akan menyesuaikan dengan jeda internasional yang di banyak negara memang meliburkan kompetisi domestik masing-masing. Namun, di Indonesia masalah ini masih terus bermunculan.

Di Mana Posisi Persebaya Saat Ini?

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel