Pemain Chelsea Dapat Angin Segar di tengah Pandemi Virus Corona

Muhammad Nurhendra Saputra

VIVA – Pemain Chelsea mendapatkan angin segar di tengah pandemi virus corona COVID19. The Blues mengumumkan tidak akan memotong gaji pemainnya. 

Sebelumnya Chelsea sempat melakukan pembahasan dengan pemainnya terkait pemotongan gaji 10 persen. Jumlah tersebut lebih rendah sebenarnya dari yang disarankan oleh Premier League, yang mencapai sekitar 25 persen. 

"Perwakilan dewan Chelsea telah melakukan pembicaraan ekstensif dengan tim utama putra, untuk membahas bagaimana mereka dapat berkontribusi secara finansial kepada klub selama krisis virus corona," tulis pernyataan resmi Chelsea. 

"Untuk saat ini, tim utama putra tidak akan berkontribusi terhadap finansial dan sebaliknya dewan telah mengarahkan tim untuk fokus mendukung kegiatan amal. Ketika krisis berkembang, klub akan terus melakukan pembicaraan dengan mereka," tambahnya. 

Pemain Chelsea merayakan kemenangan atas Tottenham Hotspur

Dikutip dari ESPN, Chelsea juga tidak akan memanfaatkan skema dana talangan Pemerintah Inggris dalam menghadapi krisis virus corona ini. Selain itu, Chelsea juga akan membayar gaji pekerja lepas dan staf harian sampai 30 Juni. 

"Kami mengonfirmasi tidak akan mengambil keuntungan dari skema cuti yang diajukan pemerintah yang berlangsung sampai 30 Juni. Kami tidak memiliki rencana untuk memotong gaji staf harian dan pekerja lepas, dan tetap membayar 100 persen gaji mereka," jelasnya. 

Tottenam Hotspur dan Liverpool juga tidak memanfaatkan skema dari Pemerintah Inggris tersebut. Sebab mereka mendapat kecaman yang luas. 

Sementara itu, Arsenal telah sepakat dengan pemain memotong gaji 12,5 persen selama 12 bulan. Namun, Arsenal akan mengembalikan uang mereka jika lolos ke Liga Champions musim depan.