Pemain Data Center China dan Amerika Bersaing di Indonesia

Lazuardhi Utama, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 3 menit

VIVA – Perusahaan teknologi asing ramai-ramai membangun pusat data atau data center di Indonesia. Berdasarkan data yang diolah VIVA Tekno, Selasa, 13 April 2021, ada empat data center sudah beroperasi dan dua lainnya akhir tahun ini.

Rinciannya adalah tiga dari Amerika Serikat (AS), yaitu Microsoft, Google, dan Amazon. Dua lainnya asal China, Alibaba dan Tencent, serta satu pemain lokal, yakni Telkomsigma.

Dari enam data center tersebut, Microsoft, Alibaba, Telkomsigma, dan Google sudah merealisasikannya. Sementara Tencent dan Amazon menyusul kemudian membangun data center di Indonesia pada akhir 2021.

Microsoft

Pada Februari 2021, Microsoft membuka pusat data regional (data center region) pertamanya di Indonesia bernama Azure Datacenter Region. Pusat data regional ini memiliki layanan komputasi awan (cloud computing) serta akan membuat bisnis memiliki akses lebih cepat dan kemampuan menyimpan data di dalam negeri.

Data center ini akan memiliki beberapa availability zone, di mana di setiap zona akan memiliki satu atau lebih pusat data dengan lokasi fisik yang berbeda serta memiliki sumber energi pendinginan dan jaringan yang mandiri untuk melindungi data pengguna.

Alibaba

Raksasa komputasi awan asal China, Alibaba Cloud, membuka data center keduanya di Indonesia pada awal 2019. Sebelumnya, data center pertama telah rilis pada Maret 2018 dan yang ketiga direncanakan pada tahun ini.

Data center kedua ini diklaim menyediakan kapasitas yang lebih luas dengan kemampuan disaster recovery yang lebih kuat, serta memungkinkan pelanggan melakukan mission-critical workload di berbagai zona, dan mengganti zona dalam hitungan detik.

Google

Google resmi mengoperasikan data center pertamanya di Jakarta pada Juni 2020. Data center Google ini nantinya dilengkapi fitur keamanan dan privasi data, serta terdapat teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Google Cloud adalah platform layanan komputasi awan yang ditawarkan oleh raksasa teknologi AS tersebut. Platform ini berjalan di atas infrastruktur yang sama yang digunakan oleh Google untuk produk internalnya. Pusat data ini akan bermanfaat untuk mengembangkan bisnis pengguna secara digital.

Telkomsigma

Hingga 2019, Telkomsigma telah memiliki tiga data center utama yang berlokasi di Serpong dan Sentul serta Surabaya. Daya jangkau atau coverage layanan data center Telkomsigma bukan hanya mencakup colocation, DRC (Disaster Recovery Center) dan working room saja, namun juga backup/restore, batch process, dan remote/smart hands di mana bisa dilakukan set-up firewall, konfigurasi, hingga sirkuit testing.

Layanan cross connect juga akan membantu perusahaan untuk monitoring dan mengendalikan aset jaringan, juga mengurangi latensi dan meningkatkan manajemen waktu. Tidak luput juga layanan communication link dan SDN (Software Defined Network).

Tencent

Tencent Cloud baru saja mengumumkan peluncuran Internet Data Center (IDC) pertamanya di Indonesia. Langkah ini diambil untuk memperkuat komitmen perusahaan memenuhi kebutuhan bisnis yang terus berkembang di Indonesia dan Asia.

IDC Tencent Cloud terletak di pusat bisnis Jakarta dan sudah beroperasi optimal untuk melengkapi akses andalan (backbone) dan jaringan dari semua penyedia layanan internet utama di Indonesia dan global. Data center ini juga menggabungkan protokol perbatasan gateway berkualitas tinggi.

Amazon

Amazon, melalui Amazon Web Service (AWS), dikabarkan sedang membangun infrastruktur pusat data (data center) di Jawa Barat. Rencananya, data center pertama milik pengusaha tajir Jeff Bezos itu akan rampung akhir tahun ini. Meski begitu tidak disebutkan detail lokasi proyeknya.

Sebelumnya, AWS sudah memiliki enam region lainnya di kawasan Asia Pasifik, termasuk Singapura, Sydney, Tokyo, Seoul, serta Hongkong. Secara global, AWS sudah memiliki 22 region dengan 69 zona ketersediaan. Ke depannya, berbarengan dengan Jakarta, Milan (Italia), dan Cape Town (Afrika Selatan) akan menjadi region baru AWS.