Pemain Hancurkan Bangunan Mirip Kabah, Sandiaga Uno Bakal Blokir Game Fortnite

·Bacaan 2 menit
Gim Fortnite di Galaxy Note 9 (Liputan6.com/ Agustin Setyo W)

Liputan6.com, Jakarta - Game battle royale Fortnite bikinan Epic Games tersandung masalah karena dianggap menghina ikon yang mirip dengan Kabah.

Nyatanya, polemik game Fortnite yang mewajibkan pemainnya untuk menghancurkan bangunan mirip Kabah itu disoroti Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno.

Sandiaga Uno pun langsung menginstruksikan jajarannya di Kemenparekraf untuk mengkaji, sekaligus memblokir game Fortnite tersebut agar tidak dimainkan oleh anak-anak.

Alasannya karena game Fortnite secara langsung bertentangan dengan nilai-nilai luhur, khususnya keagamaan.

Permainan itu pun dinilainya dapat memicu perilaku tidak menghormati antar umat beragama, mendorong aksi kekerasan dan berpotensi penistaan agama.

"Lima kali sehari minimal kita menghadap Kabah, dari mana pun kita di dunia untuk menunaikan salat wajib atau salat sunnah," ungkap Sandiaga Uno dalam keterangan resminya, Senin (5/7/2021).

"Saya diberitahu ada ikon yang dinilai mirip Kabah, dan pemain harus menghancurkannya untuk mendapatkan senjata baru dan naik ke level berikutnya."

Kabah Merupakan Tempat Suci Bagi Umat Muslim di Dunia

Kabah, ditegaskan Sandiaga Uno merupakan tempat suci bagi seluruh umat muslim di dunia.

Oleh karena itu, dirinya mengaku sepakat dengan fatwa yang diterbitkan Pusat Fatwa Elektronik Universitas Al Azhar Kairo, yakni larangan bagi umat muslim untuk tidak memainkan game Fortnite.

Alasannya karena permainan tersebut telah menciderai umat muslim dan berpotensi memengaruhi kepercayaan serta mental kalangan muda.

"Oleh karena itu kami akan menginstruksikan kepada tim untuk mengkaji dan segera mengeluarkan larangan. Kami juga ingin memberikan peringatan kepada beberapa pengembang permainan untuk berhati-hati," ungkap Sandiaga Uno.

Epic Games Bantah Kabah di Fortnite

Pengembang Fortnite membantah kabar yang menyebut gim tersebut mengajak pemain menghancurkan Kabah.

Bantahan dilayangkan setelah Direktur Al-Azhar International Center untuk e-Fatwa Osama Al-Hadidy mengecam munculnya gambar mirip Kabah yang dapat dihancurkan di gim Fortnite.

Tim Fortnite di Epic Games mengklarifikasi melalui laman Facebook. Mereka mengidentifikasi kemunculan gambar mirip Kabah yang beredar dalam screenshot.

Menurut mereka, gambar mirip Kabah itu adalah hasil modifikasi dalam gim oleh pemain yang memakai "Creative mode" atau "mode kreatif" Fortnite.

(Ysl/Isk)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel