Pemain Persib Kini Menderita Buntut Liga 1 Tak Jelas

Yudhi Maulana, Dede Idrus (Bandung)
·Bacaan 1 menit

VIVAPersib Bandung dalam situasi sulit. Para pemain dikabarkan kehilangan motivasi dan masalah finansial imbas dari tidak adanya kompetisi Liga 1 sejak terhenti Maret 2020 lalu karena pandemi COVID-19.

Hal itu disampaikan pelatih Persib, Robert Alberts kepada wartawan di Bandung, belum lama ini. Pelatih berpaspor Belanda ini menyebut anak asuhnya dalam kondisi murung.

"Para pemain tidak termotivasi, para pemain murung, banyak juga dari mereka mengalami masalah finansial. Dan bukan hanya pemain, kami juga berbicara dengan banyak staf dan juga tim pelatih,"ujar Robert.

Robert menjelaskan, ketidakjelasan kompetisi Liga 1 berdampak besar kepada para pemainnya. Terlebih, dengan pemotongan gaji 25 persen yang diterima Supardi Nasir cs beberapa bulan terakhir ini.

"Seperti yang pernah saya katakan, kami adalah korban dari kebijakan pihak otoritas di Indonesia, pihak otoritas sepakbola,"ucapnya.

PSSI sebagai induk sepakbola Indonesia memang mengupayakan lanjutan kompetisi Liga 1 kembali bergulir pada Februari 2021 nanti. Namun, hingga saat ini tidak ada kejelasan dari federasi dan operator.

Kesulitan PSSI menggelar kompetisi lantaran kepolisian tidak mengeluarkan izin penyelenggaraan pertandingan. Alasannya, karena kasus COVID-19 di Indonesia masih tinggi.