Pemain PSIM Tuntut Kejelasan Pembayaran Tunggakan Gaji

Bola.com, Yogyakarta - Beberapa pemain PSIM Yogyakarta menyuarakan penunggakan gaji manajemen klub yang belum terselesaikan di sisa kontrak kompetisi Liga 2 2019. Pemain PSIM yang baru datang setelah paruh musim itu berharap ada kejelasan perihal hak mereka.

Seperti diketahui, PSIM Yogyakarta terbilang gagal di Liga 2 2019. Sempat dianggap sebagai Los Galacticos kasta kedua, PSIM hanya mampu lolos dari ancaman degradasi dan gagal mewujudkan ambisi promosi.

Kini persoalan lain muncul, terkait gaji beberapa pemain baru yang belum dirampungkan. Diawali melalui aksi protes melalui akun instagram pribadi masing-masing, pemain PSIM mengunggah gambar logo klub PSIM dan menuliskan pesan yang isinya sama.

"Apa Kabar @psimjogja_official "Mau Sampe Kapan ini" !!!," demikian ditulis pemain belakang PSIM, Junius Bate, di akun instagram pribadinya, Sabtu (9/11/2019).

Hal senada diunggah Nugroho Fatchur Rohman dan Syaiful Indra Cahya.

10 pemain PSIM Yogyakarta lainnya ikut di-tag, yakni Sutanto Tan, Ahmad Mahrus Bachtiar, Hendra Wijaya, Sabilillah, Saldi Amiruddin, Nugroho Fatchur Rohman, Aldaier Makatindu, Witan Sulaeman, dan Aji Bayu. Mereka merupakan rekrutan PSIM di jendela transfer paruh musim.

"Biasanya dibayar setiap akhir bulan untuk pemain yang baru itu. Kontrak saya sampai Desember 2019, tapi gaji Oktober 2019 belum dibayar. Sementara untuk pemain lama sudah beres. Kami sudah mencoba menghubungi manajemen, tapi tidak ada tanggapan," ungkap Junius Bate.

Ada Perbedaan

Mantan pemain PSS, Junius Bate, saat berlatih bersama PSIM di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Rabu (21/8/2019). (Bola.com/Vincentius Atmaja)

Pengakuan lain diungkapkan Ahmad Mahrus Bachtiar, yang merasa ada diskriminasi dari manajemen PSIM Yogyakarta terkait pembayaran gaji pemain lama dan yang baru. Ia sempat berbicara dengan manajer tim, David M.P. Hutauruk, namun justru mendapatkan jawaban membingungkan.

Bachtiar mengatakan manajer sempat negosiasi masalah gaji pemain yang sesuai kontrak sampai bulan Desember 2019. Tetapi, manajemen bisanya membayar hanya 1,5 bulan, yakni gaji penuh di bulan Oktober dan setengah di bulan November.

"Kami semua ini kan satu tim, tapi kenapa ada perbedaan. Gaji tidak ada kejelasan kapan dibayarkan, sementara kami juga punya keluarga yang harus dikasih makan," kata Junius Bate.