Pemain Terpenting Inter Milan Kenang Nasib Buruk Dibuang Madrid

Muchamad Syuhada

VIVAAchraf Hakimi menjadi salah satu kunci keberhasil Inter Milan merebut gelar musim ini. Performa apiknya sebagai bek kanan, membuat pertahanan Nerazzuri susah ditembus.

Tidak cuma itu. Hakimi juga menjadi senjata mamtikan Inter ketika menyerang. Dia pandai membantu serangan, mengirim umpan silang, bahkan mencetak gol.

Merebut gelar juara di musim perdana, sudah pasti Hakimi girang bukan kepalang. Apalagi sepanjang musim dia menjadi andalan pelatih Antonio Conte.

Usut punya usut, rupanya Hakimi hingga saat ini tercatat sebagai pemain paling sering diturunkan oleh Conte. Total dia sudah turun dalam 41 laga bagi La Beneamata di semua kompetisi.

"Ini gelar yang signifikan bagi saya. Saya pikir musim pertama di Italia sangat positif," kata pemain yang diboyong dari Real Madrid dengan harga 40 juta euro itu.

Di tengah kegembiraan merayakan Scudetto bersama Inter, rupanya Hakimi menyimpan sebuah kegetiran. Dia menceritakan bagaimana bisa berlabuh ke Inter karena dibuang Los Blancos.

Hakimi tahun sebelumnya dipinjamkan ke Borussia Dortmund dan bermain bagus. Namun saat pulang ke Madrid, dia malah didepak.

Banyak yang menyangka kepindahan ke Inter adalah keinginan si pemain. Tapi anggapan tersebut dibantah mentah-mentah oleh Hakimi langsung.

"Orang bilang saya mau jaminan bermain reguler, namun itu salah. Madrid seperti rumah, dan saya mau bertahan. Tapi mereka memutuskan yang sebaliknya," kata Hakimi.

"Kembali ke Madrid? Tidak ada yang meminta saya. Mereka bisa saja memakai saya tahun lalu, tapi Madrid mengambil langkah lain," ungkapnya.