Pemain yang Bersyukur Ditolak Arsenal Kini Bikin Kontroversi

Riki Ilham Rafles
·Bacaan 1 menit

VIVAEberechi Eze kini sedang dalam sorotan. Sebab, pemain asal klub Crystal Palace itu terlihat ada di tribun stadion ketika pertandingan Piala FA antara Queens Park Rangers melawn Fulham pada Sabtu malam WIB 9 Januari 2021.

Sejatinya pertandingan itu berlangsung tanpa adanya penonton. Tapi Eze ada di sana untuk menyaksikan bekas klubnya tersebut bertanding.

Yang lebih membuat heboh lagi, ada tangkapan kamera yang memperlihatkan Eze duduk tanpa mengenakan masker. Dia asyik saja duduk sembari mengunyah makanan ringan.

Menanggapi kontroversi ini, QPR sudah melontarkan permintaan maaf. Mereka mengatakan telah salah dalam menerapkan protokol kesehatan karena membiarkan Eze tidak menggunakan masker.

Diakui oleh QPR, mereka seharusnya juga menolak permintaan dari Eze yang ingin datang ke stadion. Tujuannya ketika itu untuk memberi semangat kepada mantan rekan setimnya.

"Kami tahu situasi yang dihadapi masyarakat di negara ini. Kami semua sangat menyadarinya. QPR sebagai klub memiliki protokol ketat yang kami terapkan dengan sangat ketat kepada pemain dan staf. Pada kesempatan ini seharusnya kami menolak permintaan tersebut. Kami membuat kesalahan," kata manajer QPR, Mark Warburton dikutip dari The Guardian.

Tak berselang lama, Crystal Palace juga mengeluarkan pernyataan resmi. Mereka sangat prihatin karena foto-foto pemainnya sedang duduk tanpa mengenakan masker kini menimbulkan kontroversi.

"Meski kami menyadari keinginan Eberechi untuk mendukung mantan rekan satu timnya, dia juga mengakui itu adalah kesalahan. Saat ini kami sedang berbicara dengannya dan ditangani secara internal," demikian pernyataan resmi Crystal Palace, dikutip dari laman resminya.

Eze adalah pemain muda yang sedang naik daun bersama Crystal Palace. Baru-baru ini dia menjadi sorotan karena mengutarakan rasa bersyukur atas jalan Tuhan di mana pernah ditolak dari tim akademi Arsenal.

Dari sana dia harus pindah dari satu klub ke klub lain. Sampai akhirnya sekarang bisa membuktikan diri layak menjadi pemain di level Premier League.