Pemakaian Produk Lokal TKDN di Hulu Migas Capai Rp 39 Triliun

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Nilai komitmen tingkat komponen dalam negeri (TKDN) atau produk lokal yang terserap sektor hulu migas mencapai Rp 39 triliun.

Kepala Divisi Pengelolaan Rantai Suplai dan Analisis Biaya Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Erwin Suryadi mencatat, secara presentase, pencapaian TKDN di Hulu migas berada di kisaran 58 persen.

"Angka pencapaian TKDN sekitar 58 persen. Kalau dilihat dari nilai komitmen TKDN angkanya mungkin hampir sekitar Rp 39 triliun," jelas dia dalam sesi bincang virtual bersama SKK Migas, Selasa (12/10/2021).

Angka tersebut merupakan nilai komitmen yang dibuat oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) untuk berbelanja barang kategori TKDN dari perusahaan dalam negeri.

"Ini sebuah angka yang saya harus apresiasi kepada seluruh tim, terutama dari KKKS yang telah mendukung terjadinya implementasi TKDN," sebutnya.

Celah Impor

Ilustrasi tambang migas (iStockPhoto)
Ilustrasi tambang migas (iStockPhoto)

Kendati begitu, Erwin tidak mau menutup celah importasi oleh perusahaan hulu migas. Menurutnya, itu bisa dilakukan jika beberapa barang penopang produksi belum bisa ditemukan di Indonesia.

Melalui proses kerjasama impor barang dan/atau jasa tersebut, dia menilai sektor industri hulu migas juga bisa mendapat transfer ilmu dari pihak eksportir.

"Dengan gandeng perusahaan asing yang punya teknologi, perusahaan lokal bisa belajar langsung. Jadi ada transfer teknologi," ujar Erwin.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel