Pemakaman COVID-19 Disebut Mengubur Anjing, Relawan Serbu DPRD Bantul

Hardani Triyoga, Cahyo Edi (Yogyakarta)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Sebuah video pernyataan anggota DPRD Kabupaten Bantul dari Partai Bulan Bintang (PBB), Supriyono menjadi viral di media sosial. Dalam video itu, Supriyono dengan bahasa Jawa menyebut pemakaman pasien COVID-19 laiknya memakamkan seekor anjing.

"Mati lan urip iku kagungane Gusti, ora opo-opo di-COVID-ke opo-opo di-COVID-ke. Bar operasi kanker payudara, penyakit gula, mulih di-COVID-ke. Njur le mendem kaya mendem kirik ... seko dinas kesehatan entuk proyek do sakpenake dewe. (hidup dan mati itu milik Tuhan, jangan apa-apa di-COVID-kan, apa-apa di-COVID-kan. Habis operasi kanker payudara, penyakit gula, pulang di-COVID-kan. Terus nguburnya seperti mengubur anjing. Dari Dinas Kesehatan dapat proyek seenaknya sendiri," kata kata Supriyono dalam video yang viral sejak Minggu 21 Februari 2021 malam.

Tak terima dengan pernyataan Supriyono ini, ratusan relawan penanganan COVID-19 pun menggeruduk Gedung DPRD Kabupaten Bantul, Yogyakarta, Senin 22 Februari 2021. Ratusan relawan ini membawa peti mati dengan foto Supriyono dan meletakkannya di depan ruang lobi Gedung DPRD Kabupaten Bantul.

Ketua Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Bantul Waljito menyebut kedatangan ratusan relawan ini karena tak terima dengan pernyataan Supriyono di dalam video.

Waljito mendesak kepada Supriyono untuk segera meminta maaf atas pernyataannya yang terekam dalam video tersebut. Terutama pernyataan tentang prosesi pemakaman pasien COVID-19 yang disebut seperti memakamkan mayat anjing.

Dia juga berharap agar pimpinan DPRD Bantul bisa memanggil Supriyono dalam persoalan ini.

"Kami juga meminta pimpinan dewan untuk memanggil dan mengklarifikasi yang bersangkutan atas pernyataannya. Karena jelas-jelas proses pemakaman dilakukan sesuai SOP. Bukan seperti memakamkan anjing," ujar Waljito, Senin 22 Februari 2021.

Waljito mengancam bila tak segera minta maaf, pihaknya akan melaporkan pernyataan Supriyono ini ke polisi. Waljito menuding pernyataan Supriyono dalam video itu berisi hasutan kontra pada penanganan COVID-19.

Sedangkan, Wakil Ketua DPRD Bantul Subhan Nawawi menerangkan usai kedatangan ratusan relawan ini, pimpinan DPRD Bantul akan meminta Badan Kehormatan Dewan (BKD) memanggil Supriyono.

Dia bilang sanksi tergantung proses di BKD DPRD Bantul.

"Kami meminta hari ini dipanggil. Jika tidak bisa datang kami akan meminta Supriyono hadir besok pagi. Soal sanksi, kami menunggu hasil klarifikasi BKD," ungkap Subhan.

Baca Juga: Kepala Bappenas: Indonesia Capai Herd Immunity pada Maret 2022