Pemakaman klan berusia 3.000 tahun ditemukan di China tengah

·Bacaan 1 menit

Sebuah klaster makam berskala besar dari akhir era Dinasti Shang (1600-1046 SM) ditemukan di Desa Shaojiapeng, Kota Anyang di Provinsi Henan, China tengah, demikian menurut institut peninggalan budaya dan arkeologi kota tersebut.

Situs Shaojiapeng yang baru-baru ini ditemukan tersebut terletak 2,4 kilometer dari istana dan kuil leluhur Reruntuhan Yin, sebuah situs Warisan Dunia UNESCO, dan seperti dilansir Xinhua, Kamis (6/1), diyakini sebagai area tempat tinggal utama bagi sebuah klan bernama "Ce" di era Dinasti Shang.

Huruf Mandarin "Ce" ditemukan pada prasasti barang-barang perunggu yang ditemukan di relik pemakaman itu, yang menunjukkan identitas klan tersebut.

Sebanyak 18 fondasi bangunan, 24 makam, empat tambatan kuda dan kereta, bersama dengan berbagai peninggalan termasuk barang-barang perunggu, benda giok dan batu, peralatan tulang dan kerang yang sangat indah, ditemukan dalam penggalian yang berlangsung selama dua tahun di situs itu.

Terdapat enam kereta dan beberapa prajurit serta kuda yang dikubur bersama orang mati ditemukan di dalam lubang-lubang tersebut, dengan dekorasi mewah pada reliknya. Beberapa prajurit ditemukan mengenakan topi dengan untaian tali cangkang kerang dan dahi beberapa kuda dihiasi dengan lapisan emas dan alas perunggu.

"Ini sangat langka di antara penemuan kuno di Anyang, mencerminkan status dan kekuasaan yang luar biasa dari pemilik kereta," kata Kong Deming selaku Direktur Institut Peninggalan Budaya dan Arkeologi Kota Anyang.

Para peneliti masih berupaya membuka misteri yang tersisa dari situs itu, termasuk status sosial klan tersebut, pembagian kerja mereka dan hubungan mereka dengan keluarga kerajaan Shang.

Peninggalan di situs itu beragam dan relatif terpelihara dengan baik, menjadikannya sangat penting untuk studi tentang ruang lingkup dan tata letak Reruntuhan Yin, kata Kong.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel