Pemalak Warteg Berbaju Ormas Ternyata Pengangguran Tak Punya Uang

Fikri Halim, Andrew Tito
·Bacaan 2 menit

VIVA – Satuan Reserse Kriminal Polsek Kembangan Jakarta Barat, menangkap pria inisial CR (28) pelaku yang menodongkan senjata tajam dengan mengenakan baju ormas di sebuah warteg di Kembangan, Jakarta Barat.

Dalam proses pemeriksaan, Pelaku diketahui meminta uang secara paksa dengan menodong uang pemilik warteg, pelaku berhasil dapatkan Rp 100 ribu dari pemilik warteg.

Kapolsek Kembangan Komisaris Polisi Imam Irawan membenarkan pelaku mendapatkan uang tersebut. "Dia malak, kan itu nerima duit. Dia malak Rp100 ribu di sana ya," ujar Imam saat dikonfirmasi, Kamis, 17 Desember 2020.

Baca juga: Polisi Selidiki Unsur Pidana di Mimpi Haikal Hassan Bertemu Rasulullah

Dalam pemeriksaan, diketahui pelaku telah dua kali melakukan pemalakan di warteg tersebut. Polisi pun masih mendalami terkait kemungkinan pelaku melakukan tindakan serupa di lokasi lainnya.

Selain itu, pelaku melakukan aksi pemalakan tersebut memang selalu bermodalkan senjata tajam celurit untuk menakut-nakuti korbannya, dan juga untuk cepat mendapatkan apa yang pelaku inginkan dari korbannya.

Imam menerangkan, pelaku melakukan aksi pemalakan tersebut untuk memenuhi kebutuhan pribadi sehari-harinya. Dikatakannya, pelaku memang tidak punya pekerjaan alias pengangguran dan tak punya uang.

"Ya buat keperluan pribadi aja bukan ke siapa-siapa. Emang dia nggak punya pekerjaan," ujarnya.

Imam menyebut pelaku tidak memiliki alasan spesifik saat melakukan pemalakan kepada korbannya tersebut, pelaku hanya sekadar ingin mendapatkan uang. "Jadi alasannya enggak ada, minta gitu aja minta uang gitu dengan modal celurit," ujar Imam.

Diberitakan sebelumnya, sebuah video yang menampilkan aksi pemalakan seorang pria terhadap rumah makan di kawasan Kembangan, viral di media sosial.

Dalam tayangan video yang beredar, pelaku tampak memakai baju ormas Pemuda Pancasila terlihat masuk ke warteg sambil menodongkan celurit.

Pelaku setelah itu menaruh celuritnya dan tampak berdebat dengan pegawai warteg. Pria inisial CR tersebut tampak berbicara sambil menunjuk-nunjuk. Pria itu lantas menaruh senjata celurit di bawah bangku. Tidak lama kemudian pelaku duduk bersila di atas bangku tersebut dan berhasil mendapatkan uang Rp100 ribu.

Meski mengalami kerugian materi, polisi memastikan tidak ada korban jiwa dari aksi pemalakan yang dilakukan oleh pelaku tersebut. Aksi tersebut diketahui terjadi pada Rabu dini hari, 16 Desember 2020 sekitar pukul 01:00 WIB.