Pemandangan Menarik Usai Liverpool Kalahkan Atletico Madrid di Liga Champions: Jurgen Klopp dan Diego Simeone Tidak Bersalaman Lagi

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Jakarta - Liverpool mengalahkan Atletico Madrid 2-0 di Anfield pada matchday 4 Grup B Liga Champions 2021/22, Kamis (4/11/2021). Hampir sama seperti pertemuan sebelumnya, kali ini kembali tak ada jabat tangan antara dua pelatih, Jurgen Klopp dan Diego Simeone.

Liverpool mencetak dua gol lewat Diogo Jota menit 13 dan Sadio Mane menit 21. Setelah itu, Atletico kehilangan Felipe yang dikartu merah di menit 36, dan mereka tak mampu membalas.

Pada matchday 3 di Wanda Metropolitano, Liverpool menang 3-2. Setelah laga waktu itu, Simeone tidak menjabat tangan Jurgen Klopp. Kali ini, di Anfield, setelah timnya kalah lagi, ganti dia yang dicueki oleh Klopp.

Usai pertandingan, Klopp buka-bukaan soal sikapnya yang enggan lebih dahulu menawarkan jabat tangan kepada Diego Simeone. Menurutnya hal ini bukan karena ia tidak memiliki rasa hormat terhadap rivalnya itu.

"Tidak ada masalah sama sekali. Saya tahu Diego tidak menyukainya. Saya bukan orang yang paling sering berjabat tangan di planet ini. Itu tidak mengubah rasa hormat saya kepadanya," kata Jurgen Klopp.

vidio:4 Pembelian Termahal Liverpool dari Klub Liga Inggris

Diego Simeone Tidak Suka Berjabat Tangan

Diego Simeone. Ia mulai melatih pada 2006 di Argentina. Ia dilatih Roberto Mancini pada 2002 hingga 2003 saat di Lazio dan tampil dalam 35 laga dengan torehan 7 gol. Ia mulai menangani klub Eropa mulai 2011 dan kini telah 1 dekade bersama Atletico Madrid. (Foto: AFP/Gabriel Bouys)
Diego Simeone. Ia mulai melatih pada 2006 di Argentina. Ia dilatih Roberto Mancini pada 2002 hingga 2003 saat di Lazio dan tampil dalam 35 laga dengan torehan 7 gol. Ia mulai menangani klub Eropa mulai 2011 dan kini telah 1 dekade bersama Atletico Madrid. (Foto: AFP/Gabriel Bouys)

Sebelum pertandingan matchday keempat Liga Champions musim ini, Diego Simeone memang sudah mengatakan tradisi jabat tangan antara pelatih sebelum dan sesudah pertandingan tidak begitu ia sukai.

"Saya sudah menjelaskan diri saya setelah pertandingan pertama. Saya tidak suka jabat tangan setelah pertandingan karena itu adalah emosi dari dua sisi yang berbeda," tutur Jurgen Klopp.

"Saya tahu di Inggris itu adalah kebiasaan dan semua tentang ksatria, tapi saya tidak membagikannya dan saya tidak suka kepalsuan. Jadi saya berperilaku seperti yang saya rasakan," katanya.

Respek

Pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone, memimpin sesi latihan jelang laga Liga Champions di Moskow, Senin (2/11/2020). Atletico Madrid akan berhadapan dengan Lokomotiv Moscow. (Yuri Kochetkov/Pool via AP)
Pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone, memimpin sesi latihan jelang laga Liga Champions di Moskow, Senin (2/11/2020). Atletico Madrid akan berhadapan dengan Lokomotiv Moscow. (Yuri Kochetkov/Pool via AP)

Tidak lupa, Simeone turut memuji sosok Klopp sebagai pelatih. Hal ini mengindikasikan meski tidak berjabat tangan, dua kuru taktik ini sama-sama menyimpan rasa respek.

"Saya tidak mengenal Klopp sebagai pribadi, tetapi dia adalah pelatih hebat dan hebat di mana pun dia berada," Simeone menuturkan.

"Saya tidak memberikan pendapat tentang tim lain, kami adalah pelatih dan kami semua harus menghormati itu," tambahnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel