Pemandian Umum Kuno Sebagai Ritual Keagamaan

Dian Lestari Ningsih, Rismalatifah
·Bacaan 3 menit

VIVA – Di masa sekarang, tempat pemandian umum sudah menjadi hal yang lumrah di kalangan orang banyak. Namun, di catatan sejarah ternyata pemandian umum sudah ada sejak 2500 SM. Akan tetapi, pada masa India kuno pemandian umum dikenal sebagai tempat ritual untuk mensucikan diri sebelum beribadah.

India kuno mempunyai peradaban yang maju mulai dari 4000 tahun yang lalu, hal itu dibuktikan dengan adanya penemuan reruntuhan kota-kota besar di lembah sungai Indus yang berkembang sekitar 2500 SM. ditandai dengan adanya reruntuhan kota Mohenjo-daro dan Harappa yang ditemukan oleh seorang arkeologi Inggris yaitu Sir John Marshall (1992).

Dalam buku The Ancient Indus Valley karya Jane R. Mcintosh, salah satu peninggalan yang paling unik dari peradaban ini yaitu adanya tempat pemandian umum besar dan kamar mandi yang sudah tersebar dimana-mana membuktikan bahwasannya peradaban ini cukup maju karena memiliki perencanaan kota yang teratur.

Bentuk dan Struktur Pemandian Umum

Dijelaskan dalam buku The Indus Civilization karya Irfan Habib, bahwasannya tempat pemandian besar merupakan sebuah tangki berbentuk persegi panjang berukuran 12 x 7 meter dan kedalaman sekitar 2,4 meter, dibuat dari batu bata yang dipecat, dan dipasang rapat. Dari luar tangki dibuat tahan air dengan lapisan aspal tebal 3 meter. Dua tangga dari sisi yang berlawanan, turun ke dasar tangki.

Ada juga beberapa ruangan yang berdampingan dengan tempat pemandian, yaitu di sebelah utara dan timur. Di salah satu ruang timur terdapat sumur besar, darimana air disuplai ke tangki. Ada provision untuk mengganti air, karena saluran keluar di sudut selatan tangki mengalirkan air ke saluran pembuangan batu bata dengan atap berlapis besi.

Dikemukakan oleh Namit Arora seorang penulis buku A Brief History of a Civilization, selain dari pemandian umum ada juga kamar yang paling mengesankan di sekitaran tempat pemandian yaitu kamar mandinya. Merupakan tangki kecil berlapis batu, di dalamnya terdapat batu bundar yang disimpan di bagian bawah tangki, mungkin digunakan sebagai tempat duduk atau untuk membantu mengaduk air agar masuk dan keluar dari baskom, terdapat juga saluran untuk memasok air.

Terdapat kamar mandi yang tersebar di beberapa rumah tangga, mungkin ada sedikit perbedaan yang menyempurnakan, seperti pancuran, terdapat tangga kecil di sepanjang satu sisi kamar mandi yang memungkinkan orang lain naik untuk menuangkan air ke atas bak mandi.

Lantai kamar mandi kedap air yang terbuat dari batu atau terbuat dari pecahan tembikar. Tetapi biasanya terbuat dari batu bata, gergajian, dan tanah yang dipanggang. Lantainya dibuat miring agar air bisa mengalir ke satu sudut, yang mana air mengalir ke sistem drainase efisien yang melayani kota.

Tujuan Pembangunan Pemandian Umum

Tempat pemandian pada umumnya yaitu digunakan untuk kesehatan, kebersihan dan kebutuhan lainnya. Akan tetapi, tidak semua tempat pemandian umum bisa digunakan oleh masyarakat luas, karena ada beberapa tempat pemandian umum yang terbatas salah satu alasannya karena afiliasi keagamaan khusus. seperti halnya dengan tempat pemandian umum peradaban Indus, yang digunakan oleh orang-orang elit untuk bersuci sebelum mereka beribadah.

Dijelaskan dalam buku The Ancient Indus Valley karya Jane R. Mcintosh, yang paling mencolok dari peradaban ini yaitu struktur keagamaan dan praktik ibadah yang mungkin ditemukan di kota-kota Indus di berbagai daerah. Yang mencerminkan asal-usul orang Indus yang beragam.

Kegunaan Pemandian Umum

Adanya tempat pemandian ini dan kamar mandi yang tersebar dimana-mana menunjukan bahwa, mandi merupakan ritual ibadah yang dilakukan oleh orang Indus. Seperti halnya dalam kehidupan orang-orang Asia Selatan kemudian.

Dalam buku The Ancient Indus Valley juga dijelaskan bagaimana ritual yang dilakukan orang Indus sebelum mulai beribadah, yaitu dengan menuangkan air ke seluruh bagian tubuh dengan menggunakan panci kecil atau tembikar.

Tempat pemandian umum ternyata sudah digunakan sejak zaman kuno atau sekitar 2500 SM. dan sekarang pun masih digunakan, akan tetapi dengan seiringnya zaman, hampir di setiap rumah memiliki kamar mandi. Sehingga, tempat pemandian umum jarang digunakan untuk keseharian, akan tetapi tempat pemandian umum kini dijadikan sebagai tempat wisata atau untuk tempat berobat.