Pemanggilan Anies Dianggap Berlebihan, Polisi: Dimananya?

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus membantah anggapan bahwa pemanggilan Gubernur DKI Jakarta Anies baswedan berlebihan. Menurutnya pemeriksaan Anies hanya untuk klarifikasi terkait timbulnya kerumunan dalam acara di rumah pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab.

Menurutnya, tak semua pemeriksaan akan berujung pada pidana bagi yang diperiksa.

"Kedua beredar juga apakah pemeriksaan Anies itu dianggap berlebihan? Tidak semua orang yang dipanggil jadi tersangka, kesannya kalau dipanggil polisi kok dikriminalisasi dan sebagainya," ujarnya kepada wartawan, Rabu (18/11/2020).

Yusri menjelaskan, tidak semua yang dimintai keterangan oleh polisi berbuntut menjadi tersangka. Oleh karenanya ia mempertanyakan, maksud dari pemeriksaan Anies berlebihan.

"Ini pemahamannya samakan dulu nih, tak langsung oleh diklarifikasi penyidik kemudian jadi tersangka, jadi berlebihannya di mana? Kedua tahapan ini kan masih tahapan klarifikasi, yang disidik itu rencananya apa pasalnya, pasalnya itu pasal 93 Undang-Undang Kekarantinaan," katanya.

Menurut Yusri, salah satu alasan pemanggilan Anies untuk menggali keterangan mengenai kondisi Jakarta yang kini masih berstatus Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Sementara itu, UU Kekarantinaan menjadi dasar bagi penerapan PSBB di Jakarta.

"Kekarantinaan sangat bergantung kepada status daerah, kalau status daerah tidak tak dalam PSBB, tak dalam situasi dikarantina maka UU itu tidak dapat diterapkan. Dia mengatur tentang kekarantinaan kesehatan, kekarantinaan kesehatan terdiri dari beberapa banyak, ada isolasi rumah, isolasi rumah sakit, dan sebagainya," sebut Yusri.

"Siapa yang bisa jawab ini? Salah satunya adalah gubernur, yang menentukan dengan izin pemerintah pusat itu kita mau pastikan kondisi di Jakarta statusnya apa pada saat kegiatan itu dilakukan," bebernya.

Yusri menegaskan, agar jangan sampai ada kesan seakan pemanggilan tersebut menjurus ke arah kriminalisasi.

"Jangan semata-mata ada anggapan kriminalisasi dan sebagainya ini masih tahap klarifikasi, klarifikasi dalam tahap penyelidikan, tahap penyelidikan itu menentukan ujungnya ada atau tidak ada pidananya, masih jauh," tegas dia.

Dicecar 33 Pertanyaan

Gubernur DKI Anies Baswedan bertemu Rizieq Shihab di rumahnya, Selasa malam. (Foto: Istimewa/Twitter DPP FPI)
Gubernur DKI Anies Baswedan bertemu Rizieq Shihab di rumahnya, Selasa malam. (Foto: Istimewa/Twitter DPP FPI)

Anies Baswedan diperiksa pihak Polda Metro Jaya terkait acara Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab lantaran telah menimbulkan kerumunan, Selasa (17/11/2020). Dalam pemeriksaan tersebut Anies mengaku dicecar 33 pertanyaan.

"Ada 33 pertanyaan yang tadi disampaikan. Semuanya sudah dijawab sesuai dengan fakta yang ada, tidak ditambah tidak dikurangi," ujar Anies Baswedan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (17/11/2020).

Meski demikian, Anies Baswedan enggan membeberkan detail pertanyaan terkait acara yang menarik simpatisan Rizieq Shihab tersebut.

Dia hanya menuturkan, pernyataannya sudah dijadikan laporan setebal 23 halaman oleh penyidik.

"Detail isi pertanyaan, klarifikasi, dan lain-lain biar nanti menjadi bagian dari pihak Polda Metro Jaya untuk nanti meneruskan dan menyampaikan seusai kebutuhan," ungkap Anies Baswedan.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: