Pematung Ade Kusuma gelar pameran instalasi "Tower"

Pematung Ade Kusuma beraksi kembali dengan karya seni khasnya bernada satir berupa 11 instalasi di antaranya berjudul "tower" dalam pemeran berjudul "Ara Kolabor 'Yang Mengganggu Pikiran".

"Makna "Ara" adalah kegiatan kolaborasi bersama Ade Kusuma, Reva Adhitama dan Ary Juliyant. Reva Adhitama merupakan seniman lukis dan Ary Juliyant, musisi asal Pulau Lombok," kata Ade Kusuma kepada Antara di bengkel kerjanya, Batulayar, Lombok Barat, Kamis.

Seniman patung yang akrab dipanggil Kang Ade itu akan menggelar acara tersebut pada Sabtu, 10 September 2022 di Bengkel Akih, Batu Layar, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.

Seperti biasanya karya seniman patung Ade Kusuma selalu sarat makna filosofi kehidupan hingga para penyaksi harus berani mengintrospeksi diri.

Baca juga: Pameran lukis “Deru Grand Prix Mandalika" dipusatkan di Lombok

Baca juga: Pertunjukan peresean daring meriahkan HUT ke-76 RI digelar di Lombok

Ibarat satu jari menunjuk orang lain dan empat jari menunjuk diri sendiri. Uniknya, 11 karya instalasi itu memiliki cerita yang satu rangkaian hingga publik harus mengikuti alur dari satu karya ke karya lainnya.

Instalasi tower contoh yang paling menarik, tak terlepas dari kehidupan nyata dalam dua tahun ke belakang yang membuat setiap orang terkukung dengan segudang aturan yang mau tidak mau harus dilakoni.

"Maknanya dua tahun terakhir bisa dikatakan ada dua pilihan, diam di tempat atau bergerak," katanya.

Untuk menggambarkannya, Ade Kusuma membangun tower berbentuk limas segitiga setinggi tujuh meter yang terbuat dari kayu. Kemudian diselimuti kain berwarna hitam 28 meter atau berat 15 kilogram.

Di lantai yang berukuran 2 meter x 2 meter sembari ditutupi kaca "jungkat-jungkit".

"Ini adalah refleksi diri kita, ruangan mewah tapi gelap. Satu kemewahan tidak statis tapi bergerak penuh ketidakpastian, semua dikungkung oleh ketakutan. Kita hanya mengelus dada dan harapan kapan akan berakhir, katanya saat berbincang-bincang di workshopnya yang asri," katanya.

Karya instalasi lainnya yang akan ditampilkan berjudul, antara lain, "Topeng", "Naik Tangga", "Frustasi", "Jembatan Seni", "Ruang Pengadilan", dan "Dunia Bola".

"Semua bebas menginterprestasikan karya saya ini, tapi ini adalah cermin diri kita," katanya.

Baca juga: Seni "Kebangru'an" dari mengundang kesurupan ke seni pertunjukan

Baca juga: Lombok Tengah gelar karnaval Bua Nyale melestarikan budaya Sasak