Pembakar Bendera Merah Putih di Aceh Ditangkap

Merdeka.com - Merdeka.com - Kepolisian Daerah (Polda) Aceh menangkap seorang pria inisial RA, terduga pembakar bendera merah putih yang viral di media sosial, setelah beberapa hari peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-77 berlangsung. Aksi RA itu direkamnya dan disebar ke WhatsApp group dan media sosial yang dimilikinya.

"Pelaku ini warga Bireuen. RA yang membakar, merobek, dan menginjak bendera merah putih itu," kata Kabid Humas Polda Aceh Kombes Winardy, Jumat (26/8).

Winardy menjelaskan RA ditangkap polisi pada 23 Agustus 2022 di Pantee Gajah, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen.

Pembakaran bendera merah putih itu berawal kala RA pada 21 Agustus lalu tengah berada di sebuah warung kopi di Kecamatan Peusangan, Bireuen. RA saat itu meminta kepada seorang rekannya inisial MA (saksi) untuk melakukan video call dengan seseorang di Malaysia inisial WY. Nama terakhir ini disebut-sebut yang mempengaruhi RA untuk membakar bendera merah putih itu.

"WY adalah rekan RA, seorang warga negara Indonesia yang bekerja di Malaysia. Dalam panggilan video tersebut, WY memprovokasi RA untuk membakar bendera merah putih," ujar Winardy.

Saat ini RA dan barang bukti berupa pakaian, korek api, sisa bendera yang dirobek, dan handphone telah diamankan di Polda Aceh untuk dilakukan proses hukum. Penyidik juga akan mengusut pelaku penyebar pertama tindakan pelaku di media sosial.

RA dijerat dengan pasal 66 Jo pasal 24 huruf a, UU RI Nomor 24 Tahun 2009 tentang bendera bahasa dan lambang negara dengan ancaman pidana 5 tahun penjara. [eko]