Pembakar Pendopo Banjar Ditangkap di Ciamis saat Sedang Berobat, Ini Motifnya

Merdeka.com - Merdeka.com - Polisi menangkap pria diduga pelaku pembakaran Pendopo Kota Banjar, Jawa Barat pada Jumat (21/10). Pelaku pembakakran ditangkap di wilayah Kabupaten Ciamis saat tengah berobat.

Kapolres Banjar, AKBP Bayu Catur Prabowo mengatakan terduga pelaku yang ditangkap oleh pihaknya berinisial P (20), warga Kota Banjar.

"Kami menangkap pelaku pada Selasa (25/10) menjelang magrib di wilayah Rancah, Kabupaten Ciamis," katanya, Kamis (27/10).

Saat ditangkap, pelaku diketahui tengah berobat karena luka bakar yang dialaminya termasuk karena kerap marah-marah sehingga diobati untuk distabilkan. Pelaku kemudian dibawa ke Polres Banjar untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Catur mengatakan, penangkapan yang dilakukan terhadap P berawal dari bukti petunjuk yang didapatkan polisi. Bukti itu berasal dari keterangan saksi hingga rekaman kamera CCTV yang ada di sekitar gedung Pendopo.

"Motif (pelaku melakukan aksi pembakaran) ini masih kita dalami, namun dari pengakuan bahwa yang bersangkutan merasa diperlakukan dengan tidak adil oleh masyarakat setempat, lingkungannya, sehingga untuk menunjukan eksistensinya melakukan ini untuk mendapat perhatian," jelas Catur.

Catur mengungkapkan bahwa ada berkembang kabar bahwa pelaku pembakaran diindikasikan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Terkait hal itu, pihaknya sudah berkoordinasi dengan rumah sakit jiwa untuk dilakukan observasi terhadap P.

"Karena polisi tidak memiliki kewenangan dalam kondisi ODGJ, itu adalah kewenangan dokter. Kita akan lihat nanti hasil observasi yang dilakukan tim dokter, kami sudah siapkan 2 tim dokter yang akan kerjasama untuk memeriksa pelaku," ungkapnya.

Rekomendasi dari dokter, diakuinya akan jadi proses selanjutnya yang akan dilakukan oleh kepolisian. "Jadi kita akan tetap memproses penyidikan, namun begitu rekomendasi dari dokter diberikan akan kami ikuti," ucapnya.

Untuk pasal yang disangkakan terhadap pelaku P, dikatakan Catur, adalah pasal 187 KUHP. "Ancaman hukuman penjara 12 tahun," katanya.

Sebelumnya, Aula Pendopo Kota Banjar yang berada di Jalan Letjen Suwarto, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, diduga dibakar, Jumat (21/10) dini hari. Polisi masih menyelidiki kejadian ini untuk mengungkap pelaku dan motifnya.

Sekretaris Daerah Kota Banjar Ade Setiana mengatakan, pihaknya menerima informasi kebakaran pendopo sekitar pukul 03.30. Atas informasi tersebut, ia langsung berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjar untuk langsung melakukan pemadaman.

Berdasarkan laporan yang diterimanya, yang terbakar adalah dua kursi sofa, satu kursi plastik, podium, dan atap.

"Kerugian mencapai Rp270 juta," jelas Ade. [ray]