Pembalap Motor Kritik Pembatasan Ban di Reli Dakar 2021

Sergio Lillo
·Bacaan 2 menit

Penyelenggara membatasi penggunaan 6 ban belakang selama 12 hari balapan agar motor tidak melaju dengan sangat kencang. Promotor Reli Dakar, Amaury Sport Organisation, melakukannya demi alasan keamanan setelah Paulo Goncalves dan Edwin Straver.

Namun, mayoritas merespons negatif pembatasan tersebut. Rider KTM yang merupakan juara edisi 2018, Mattias Walkner, yakin perubahan tak memberi efek seperti yang diinginkan. Sebaliknya, malah meningkatkan risiko para pembalap.

“Pendekatan itu bagus untuk menunjukkan bahwa mereka ingin mengubah hal-hal, tapi tidak banyak pemikiran,” ucap Walkner kepada Motorsport.com.

“Kalau mereka mengatakan bahwa pilihan ini diambil untuk mengembalikan lagi bagian petualangan dan membuat Dakar menghadirkan emosi lebih maka itu langkah bagus, tapi jika penilaian keamanan maka itu tak masuk akal.

“Keputusan ini tidak akan membuat kami lebih pelan, maksimal melambat rata-rata 3 km/jam.

“Kami selalu melaju sesuai batas dan semakin ban digunakan maka makin sulit mengontrol motor. Hal positifnya adalah ada banyak pasir dan ban tidak mendapat tekanan berlebihan, tapi keputusan ini tidak seharusnya ada tanpa berkonsultasi dengan kami.”

Pendapat senada diutarakan juara bertahan dari Honda, Ricky Brabec. Ia tak setuju dengan berbagai aturan baru, karena menganggap bisa menimbulkan bahaya.

“Menurut saya, itu sangat berbahaya dan lebih buruk dari sebelumnya. Kalau kami punya enam ban belakang untuk 12 hari, kami akan sulit melanjutkan dengan ban rusak tanpa kemungkinan melambat,” ucapnya.

“Atas alasan ini, saya yakin pilihan ini tak masuk akal, terlebih di Arab Saudi. Tahun lalu, kami balapan di sini dan kami melihat betapa cepat kami di gurun pasir. Saya tak percaya kami bakal melambat dalam balapan.”

Baca Juga:

Galeri Foto: Monster Energy Yamaha Rally Team Hadapi Dakar 2021, Yamaha Turunkan Lima Pereli

Selain ban, ada lagi aturan terkait larangan perbaikan kecil pada motor selama 15 menit periode mengisi bahan bakar. Ke depannya, mereka harus menunggu hingga akhir stage.

Walkner dengan keras mengecam tidak boleh melakukan reparasi motor. Ini lebih membahayakan para pembalap.

“Hal itu merupakan sebuah guncangan lain seperti ban. Semua harus boleh menggunakan 15 menit seperti yang diinginkan,” ucapnya.

“Sangat berbahaya ketika tidak bisa melakukan apa pun. Sekarang Anda hanya bisa memperbaiki sesuatu dengan cepat karena setiap detik berharga dan Anda berusaha tidak kehilangan waktu terlalu banyak.”

Kabar baiknya adalah para pembalap boleh mengakses roadbook secara harian, 20 menit sebelum memulai balapan. Tahun ini, isi buku lebih detail karena kru tidak dapat menambah catatan malam hari sebelum etape.

“Pengiriman roadbook di pagi hari dapat menyamakan segalah hal dan kabar baik yang saya suka. Saya nilai positif dan kami akan berjalan dengan lebih lambat,” ujar Kevin Benavides kepada Motorsport.com.

Benavides menekankan bagaimana penggunaan airbag sangat penting untuk melindungi dari cedera saat kecelakaan.

Walkner melihat sisi negatifnya yakni pembalap bisa mengalami dehidrasi. “Kantong udara adalah hal bagus, tapi saya tidak yakin kalau itu bermanfaat. Semoga kami tidak punya masalah dengan dehidrasi karena dengan rompi plastik, Anda banyak berkerungat selama empat atau lima jam di gurun pasir,” tuturnya.