Pembangkit Listrik Hibrida dan Bioreaktor Dibangun di Sungai Citarum

·Bacaan 2 menit

VIVA – Satu fasilitas terpadu rekreasi sekaligus edukasi yang berkonsep hijau alias ramah lingkungan dibangun di satu kawasan di Sungai Citarum, tepatnya di Sektor 19, Kampung Bojong, Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Fasilitas umum itu, dinamai Taman Edukasi Sungai Citarum, dibangun oleh PT Pupuk Kujang, holding BUMN Pupuk Indonesia. Meliputi, di antaranya lintasan untuk lari/berjalan (jogging track), taman, pompa air hidram, bioreaktor, hingga pembangkit listrik hibrida yang memanfaatkan energi surya dan angin.

Konsep dasar fasilitas umum itu ialah memanfaatkan air Sungai Citarum: air sungai akan disedot dengan pompa listrik yang dibangkitkan oleh energi surya dan angin, kemudian dimurnikan sehingga menjadi air bersih untuk keperluan mandi, cuci dan kakus di Taman Edukasi Citarum.

Air limbah hasil penggunaan di Taman Edukasi akan didaur ulang di satu bioreaktor yang berisi media/rumah bakteri berupa bioball. Air yang telah didaur ulang dan memenuhi baku mutu ditampung di tangki khusus kemudian dimanfaatkan untuk menyiram tanaman-tanaman di sekitar Taman Edukasi.

Direktur Utama Pupuk Kujang, Maryadi, meresmikan pembangunan fasilitas umum itu dengan meletakkan batu pertama sebagai simbol dimulainya pembangunan pada Selasa, 8 Juni 2021.

“Ke depannya ini akan jadi taman edukasi ramah lingkungan yang berfungsi sebagai green public space untuk masyarakat sekaligus melakukan konservasi sumber daya alam dengan program-program yang baik,” kata Maryadi.

Penanaman seribu pohon

Selain membangun Taman Edukasi yang berkonsep hijau, Pupuk Kujang juga memprakarsai restorasi ekosistem Sungai Citarum dengan menanam 1.000 pohon di sekitar bantaran sungai.

Pupuk Kujang menyelenggarakan Kujang Environment Festival (Kurva) 2021 yang berisi serangkaian kegiatan, di antaranya penanaman 1.000 pohon dalam program Sakasapo (satu karyawan satu pohon). Program itu mengakomodasi para karyawan Pupuk Kujang yang ingin berkontribusi pohon untuk menyelamatkan lingkungan.

“Hari ini, kita menanam 700 pohon, lalu dilanjutkan bertahap melalui program Sakasapo 1.000 pohon. Tapi dengan jumlah karyawan Pupuk Kujang yang lebih dari 1.000 orang, kemungkinan bakal lebih dari 1.000 pohon,” ujar Maryadi.

Jenis pohon yang ditanam adalah pohon buah, di antaranya durian, mangga, rambutan, dan pohon buah lainnya. Manfaat menanam pohon di bantaran sungai, di antaranya mencegah banjir dan dapat mengurangi ketinggian banjir hingga 20 persen.

“Pohon sifatnya menyerap air, sehingga mudah-mudahan bisa menyerap air saat air Citarum sedang tinggi. Selain itu buah dari tanaman ini bisa bermanfaat untuk pengunjung dan warga sekitar,” katanya.

Komandan Sektor 19 Citarum, Kolonel Chb Widodo, mengapresiasi konsistensi Pupuk Kujang dalam mendukung program Citarum Harum. "Kami berterima kasih pada Pupuk Kujang karena selalu sinergi dengan Sektor 19 dalam mendukung program-program kita yang berkaitan dengan pelesrarian alam.”

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel