Pembangunan 1.005 Hunian Tetap bagi Korban Bencana di Sulteng Dipercepat

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Perumahan tengah melanjutkan pembangunan hunian tetap (huntap) tahap 1B untuk korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng). Sebanyak 1.005 unit huntap ini tersebar di tiga kabupaten/kota, yakni Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Kabupaten Donggala.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, rehabilitasi dan rekonstruksi di Palu tidak hanya membangun kembali rumah yang rusak, tetapi sebagai upaya untuk membangun kembali Kota Palu yang tangguh terhadap bencana.

"Pendekatannya adalah build back better, tidak sekadar membangun dengan kerentanan yang sama, terhadap bencana," kata Menteri Basuki dalam keterangan tertulis, Rabu (21/4/2021).

Menurut Menteri Basuki, pembangunan huntap menindaklanjuti Instruksi Presiden Nomor 10 Tahun 2018 tentang Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Gempa Bumi dan Tsunami Di Provinsi Sulawesi Tengah dan Wilayah Terdampak Lainnya.

Kepala Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Bencana Kementerian PUPR di Sulteng, Arie Setiadi Moerwanto, berharap sejumlah warga terdampak bencana sejak lebih dari 2 tahun lalu di Sulawesi Tengah dapat segera menempati permukiman yang layak huni.

"Untuk itu pelaksanaan pembangunannya harus dipercepat, terutama di Kawasan Duyu, Pombewe, dan Tondo," imbuh Arie.

Arie mengutarakan, selain hunian yang memenuhi standar, infrastruktur penunjang lainnya juga harus fungsional, seperti penerangan jalan dan listrik, drainase, dan jalan lingkungan, Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALDT), pengolahan persampahan, serta Ruang Terbuka Hijau (RTH).

Anggaran Rp 110 Miliar

Pembangunan hunian tetap (huntap) tahap 1B untuk korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng) (dok: PUPR)
Pembangunan hunian tetap (huntap) tahap 1B untuk korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng) (dok: PUPR)

Proyek huntap tahap 1B sebanyak 1.005 unit ini memakan anggaran sebesar Rp 110,07 miliar. Pembangunannya dilaksanakan oleh PT Waskita Karya selaku kontaktor pelaksana, dengan progres terakhir mencapai 42 persen.

Pembangunan huntap tahap 1B ini tersebar di 9 lokasi, yakni di Salua sebanyak 63 unit, Lambara 66 unit, Pombewe 205 unit, Lompio 300 unit, Ganti 94 unit, Tanjung Padang 116 unit, Wpemani Lumbupetigo 54 unit, Balaroa 58 unit, dan lokasi mandiri Palu 49 unit.

Sebelumnya, Kementerian PUPR telah menyelesaikan pembangunan huntap tahap 1A sebanyak 230 unit di Duyu, Kota Palu dan 400 unit di Pombewe, Kabupaten Sigi. Proyek ini dikerjakan melalui bantuan pinjaman dari National Slum Upgrading Program-Contingency Emergency Response Component (NSUP-CERC) sebesar Rp 44,5 miliar