Pembangunan Akses Tol ke Bandara Kertajati Sudah 60 Persen

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pembangunan akses jalan tol ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) atau Bandara Kertajati di Kabupaten Majalengka, Jabar, telah mencapai 60 persen. Pembangunan tersebut sudah dimulai dimulai September 2020.

"Progres pembangunan jalan tol akses ke BIJB Kertajati saat ini sudah memasuki 60 persen pekerjaan," jelas Direktur Operasi Astra Tol Cipali Agung Prasetyo, seperti dikutip dari Antara, Rabu (17/3/2021).

Agung mengatakan pembangunan akses jalan tol, yang menghubungkan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) ke Bandara Kertajati itu akan membuat masyarakat yang menuju bandara terbesar di Jawa Barat, bisa semakin cepat.

Pembangunannya, lanjut Agung, dimulai pada September 2020.

Saat ini, pembangunan jalan tol akses Bandara Kertajati tengah dilakukan pemasangan girder jembatan di Km 158.

"Pekerjaan pembangunan jalan tol akses BIJB Kertajati sudah melakukan pemasangan girder jembatan," kata Agung.

Dia menambahkan melalui peningkatan layanan konstruksi yang dilakukan di wilayah Kertajati, Astra Tol Cipali berharap tidak hanya memberikan pelayanan kepada pengguna jalan, namun juga dapat menjadi penghubung dan membuka potensi ekonomi di wilayah Kertajati dan sekitarnya.

"Kami berharap pembangunan akses tol ke Bandara Kertajati ini bisa meningkatkan perekonomian di daerah itu," katanya.

Ada Rebana Metropolitan, Kertajati Bakal jadi Bandara Paling Sibuk di Jawa Barat

Bandara Kertajati (Foto: Dok PT Angkasa Pura II)
Bandara Kertajati (Foto: Dok PT Angkasa Pura II)

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat tengah berencana untuk mengembangkan 13 kota baru di kawasan Cirebon, Patimban dan Kertajati (Rebana).

Kehadiran kawasan metropolitan tersebut diharapkan dapat turut mendongkrak arus transportasi di Jawa Barat, termasuk di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, di metropolitan Rebana saat ini telah hadir beberapa akses penyambung. Seperti jalur kereta api di sisi utara dan selatan, hingga jalan Tol Trans Jawa dalam beberapa ruas.

Jika satu ruas tol tambahan dari Bandara Kertajati sepanjang 3,35 km menuju Tol Cikampek-Palimanan (Cipali) dan Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) selesai dibangun, Kang Emil berharap lapangan udara tersebut dapat menjadi yang paling ramai di Jawa Barat.

"Kita ada Jalan Tol Cipali sudah hadir, kemudian ada Bandara Kertajati menunggu koneksi ke Cisumdawu. Insya Allah dalam 1,5 tahun harusnya bisa menjadi bandara paling sibuk di Jawa Barat," ungkap Ridwan Kamil dalam sesi webinar bersama Liputan6.com, Senin (16/11/2020).

Sebelumnya, Direktur Utama PT BIJB Salahuddin Rafi mengaku, saat ini Bandara Kertajati masih kosong penumpang karena masalah konektivitas yang belum tersambung.

"Penumpang kan biasa menunggu 2-3 jam di bandara sebelum pemberangkatan. Jadi mereka butuh konektivitas. Sementara Tol Cisumdawu saat ini kan belum tersambung. Dengan adanya tol itu nanti akses ke Bandara (Kertajati) bisa 40 menit sampai 1 jam," jelas dia kepada Liputan6.com beberapa waktu lalu.

Menindaki kekosongan penumpang tersebut, PT BIJB menggencarkan lini bisnis lain untuk tetap mendapat pemasukan. Salah satunya menyediakan spot foto di public area untuk kepentingan prewedding.

Meski demikian, Salahuddin menyampaikan, bisnis prewedding foto tersebut belum banyak membantu kegiatan usaha perseroan yang mati suri akibat pandemi Covid-19 berkepanjangan.

"Jadi kalau mau kawin bisa pakai public area kami buat foto-foto. Enggak ramai, tapi ada aja. Makanya diharapkan izin umrah bisa kami dapatkan sih," ujar dia.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: