Pembangunan gedung baru RSUDSoedarso capai 90 persen lebih

·Bacaan 2 menit

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PU Provinsi Kalimantan Barat, Ridwan mengatakan, pembangunan gedung baru rumah sakit RSUD Soedarso Pontianak hingga saat ini sudah mencapai 90 persen lebih.

"Gedung baru Rumah Sakit Soedarso itu akan menerapkan pelayanan non kelas, sehingga seluruh pelayanan kesehatan masyarakat dapat dilayani dengan baik," kata Ridwan di Pontianak, Sabtu.

Dia menjelaskan, rumah sakit ini dibangun memang dikhususkan untuk pelayanan non kelas, BPJS kelas III dalam memberikan pelayanan kesehatan pada masyarakat.

"Gedung baru RSUD Soedarso Pontianak ini ada dua, yakni dengan menyediakan sebanyak 277 tempat tidur, 14 kamar operasi, dan satu ruangan X-Ray," katanya.

Untuk RSUD Soedarso yang dibangun sekarang ini terdiri dari dua gedung, masing-masing gedung ada enam lantai, yakni untuk gedung A rawat inap, dan gedung B sifatnya pelayanan ruang operasi, UGD, dan lain-lain, katanya.

Baca juga: Kementerian Investasi tawarkan proyek pembangunan RSUD Jateng

Baca juga: Progres pembangunan RSUD Banten capai 68,04 persen

Dia menambahkan Gubernur Kalbar, Sutarmidji, berharap agar rumah sakit ini nantinya dapat bersaing dan mampu menjadi rumah sakit rujukan terbaik di wilayah Kalbar.

Dalam kesempatan itu, Ridwan juga menanggapi masalah keterlambatan pembangunan rumah sakit tersebut. Pihak dinas terkait juga telah melakukan audit, pengawalan serta pengawasan untuk mempercepat pembangunan tersebut.

"Untuk masalah keterlambatan, pihak PUPR telah mengantisipasi jauh hari dengan berkonsultasi dengan pihak Inspektorat Provinsi Kalbar terhadap langkah-langkah yang akan diambil sebagai wujud program audit independen,” ujarnya.

Masyarakat tidak perlu khawatir terkait keterlambatan pembangunan rumah sakit tersebut, karena hingga saat ini pihak pelaksana masih berkomitmen untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut dengan melakukan penambahan tenaga kerja, dan waktu kerja.

Dia berharap dengan memberikan waktu dalam 50 hari ke depan kepada pihak pelaksana, maka mereka dapat merampungkan pekerjaan agar pembangunan rumah sakit tersebut dapat selesai, dan pelayanan kesehatannya dapat dinikmati oleh masyarakat di Kalbar.

"Target awal memang selesai pada 28 Januari 2022, dan kami berharap itu dapat terealisasi agar rumah sakit ini secepatnya dapat dinikmati masyarakat," ujarnya.

Baca juga: KSP dukung percepatan pembangunan RS rujukan nasional di Papua

Baca juga: Pembangunan masjid RSUD M Natsir habiskan biaya Rp1,5 miliar

Baca juga: BKPM tawarkan proyek RSUD Gorontalo senilai Rp579 miliar

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel