Pembangunan infrastruktur Sirkuit Mandalika dikebut jelang MotoGP

·Bacaan 2 menit

Sekretaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat H Lalu Gita Ariadi menyatakan pembangunan infrastruktur pendukung di Sirkuit Mandalika akan terus dikebut demi maksimalnya penyelenggaraan MotoGP 2022.

"Seluruh proses pembangunan terus dikebut dan dituntaskan," ujarnya di Mataram, Kamis.

Gita menyebutkan sejumlah infrastruktur pendukung yang dikebut pengerjaannya, antara lain pembangunan Jalan Kute-Songgong sepanjang 5,3 kilometer, perbaikan 196 rumah, penyempurnaan drainase, areal parkir, jalan bypass, dan pembangunan gapura.

"Intinya berbagai kekurangan akan segera dilengkapi," ucap Miq Gite sapaan akrabnya.

Miq Gite berharap seluruh proses pembangunan dapat berjalan lancar sehingga MotoGP akan terselenggara dengan sukses, menjadikan Mandalika kian mempesona dan dapat memberi kesejahteraan bagi daerah.

"Semoga semuanya berjalan lancar. MotoGP sukses. Mandalika kian mempesona dan menarik untuk dikunjungi, serta memberi kesejahteraan bagi masyarakat dan daerah," katanya.

Sebelumnya, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono memastikan kesiapan seluruh infrastruktur Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika menjelang perhelatan MotoGP 2022 mendatang.

"Kita ingin pastikan kesiapan infrastruktur yang menyongsong event MotoGP pada Maret 2022," ujarnya saat meninjau KEK Mandalika.

Terdapat dua hal yang menjadi atensi Menteri Basuki, yaitu terkait dengan pelebaran jalan provinsi ruas Kuta-Keruak sepanjang 5,6 kilometer sekaligus penataan lanskapnya, dan juga penghijauan/penataan tanaman sepanjang Jalan Bypass BIZAM-Mandalika sepanjang 17,3 kilometer.

"Pelebaran jalan dan program penghijauan tersebut sangat urgent untuk mendukung perhelatan MotoGP. Alhamdulilah pemerintah pusat telah menyetujui usulan Gubernur NTB untuk penanganan pekerjaan tersebut melalui penambahan DIPA APBN 2022 antara lain di Kementerian PUPR, yaitu sekitar Rp300 miliar," kata Menteri Basuki.

Ia menegaskan ke depan tentunya akan banyak tantangan yang dihadapi, sehingga seluruh pihak harus terus bekerja keras mengingat waktu yang tersisa tidak banyak.

"Tantangannya tidak ringan, kita harus kerja keras karena waktunya mepet. Pengadaan/lelang dini juga akan segera dilakukan mulai minggu ini sehingga paling lambat pertengahan Januari 2022 pekerjaan konstruksi bisa dilaksanakan," tambahnya.

Usai kunjungan tersebut, Menteri Basuki langsung melakukan rapat teknis di kantor ITDC Provinsi NTB untuk membahas dua hal tersebut.

"Minimal kita fokus pada segmen jalan depan sirkuit sepanjang 1,2 kilometer yang akan kita lebarkan jalannya menjadi jalan 2 jalur 4 lajur seperti bypass sekarang. Karena selain jalannya lebar kita akan menghadirkan lanskap dengan pepohonan yang rindang dan bunga-bunga yang indah di koridor tersebut," jelasnya.

Dalam hal ini, Kementerian Perhubungan juga turut menghadirkan fasilitas keselamatan jalan seperti lampu jalan, rambu-rambu, dan marka.

Di samping itu, terjalinnya komunikasi yang baik antara Pemerintah Provinsi NTB dan pemerintah kabupaten/kota juga sangat mendukung keberhasilan pembangunan di KEK Mandalika.

Menteri Basuki berharap pemerintah dan seluruh stakeholder terkait dapat terus melakukan sinergi untuk mematangkan seluruh persiapan.

"Pemerintah pusat, ITDC, Pemprov NTB, polda, korem dan Kabupaten Lombok Tengah diharapkan sungguh-sungguh bersinergi dan belajar dari pengalaman WSBK pada November lalu. Harapan Bapak Presiden di kawasan Mandalika terutama sekitar sirkuit tidak boleh macet, jangan ada genangan dan tidak kelihatan kumuh," katanya.

Baca juga: Menteri PUPR fokus penghijauan Jalan Bypass BIL - Mandalika
Baca juga: Sirkuit Mandalika terus berbenah guna penuhi syarat homologasi MotoGP
Baca juga: Wilayah penyangga MotoGP Mandalika terus genjot vaksinasi COVID-19

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel