Pembangunan Jalur MRT Fase 2, Anies Ingin Kota Tua Jadi Pusat Ekonomi

Lis Yuliawati, Syaefullah
·Bacaan 2 menit

VIVA – PT. MRT Jakarta dengan Sumitomo Mitsui Construction Company - Hutama Karya Joint Operation (SMCC-HK JO) menandatangani kontrak kerja sama untuk pembangunan jalur Moda Raya Terpadu (MRT) Fase 2 A (CP203) sepanjang 6,3 kilometer (Bundaran HI - Kota), di Taman Fatahillah, Taman Sari, Jakarta Barat, Selasa, 20 April 2021.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, kerja sama ini telah mengisyaratkan tekad Ibu Kota yang segera ingin menyempurnakan sistem transportasi terintegrasi secara ideal.

Hal ini direalisasikan dengan mulai dibangunnya berbagai kawasan yang terkoneksi secara memadai karena melibatkan berbagai unsur, seperti pemerintahan daerah dan pusat, badan usaha milik daerah dan negara, maupun unsur swasta.

"Semua itu ada di dalam satu ikhtiar untuk membangun kawasan Kota Tua sehingga kawasan ini menjadi bagian dari masa depan Jakarta," kata Anies.

Anies menambahkan, "Kita berharap dengan adanya penuntasan fase ini, nantinya tempat ini akan menjadi satu kesatuan bahwa Jakarta sebagai sebuah kawasan pusat perekonomian karena bagian Utara dan Selatan telah terintegrasi dan itu berlandaskan kendaraan umum massal."

Sejauh ini, kata dia, Pemprov DKI mulai mentransformasikan jenis bangunan dari Car-oriented Development ke Transit Oriented Development. Salah satu tulang punggung atas upaya tersebut adalah fasilitas moda transportasi yang memiliki daya angkut massal seperti MRT.

Selain itu, MRT memiliki peran penting tidak hanya menyambungkan mobilisiasi antar penduduk dan memudahkan kegiatan perekonomian. Namun juga dapat menjadi alat untuk menumbuhkan budaya, kebiasaan, serta kedisiplinan baru terutama saat ini semua pihak sedang mulai bangkit dari wabah COVID-19.

"Ini adalah pendongkrak optimisme kita semua agar Jakarta bisa setara kedudukannya dengan kota-kota besar di dunia," katanya.

Maka dari itu, ia berharap dengan adanya ketersediaan transportasi publik yang bisa menjangkau semua wilayah dan dapat menghemat biaya untuk transportasi.

"Ini menandai majunya sebuah kota dan bagi warga, dan menandai efisiensi dari pengeluaran keseharian untuk biaya transportasi," katanya.

Anies menambahkan, paket kontrak CP203 merupakan bagian dari pembangunan Fase 2A MRT Jakarta dari Bundaran HI hingga Kota. Sementara secara keseluruhan, proyek pembangunan fase 2 MRT ini memiliki total panjang lintasan sekitar 12,3 kilometer yakni dari Bundaran HI hingga Ancol Barat.