Pembangunan Jembatan Besuk Kobokan yang Putus Tunggu Kondisi Semeru Aman

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Surabaya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berencana menyambung kembali Jembatan Besuk Kobokan yang terputus akibat erupsi Gunung Semeru.

Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Nazib Faizal mengatakan pihaknya akan menyambung jembatan tersebut setelah situasi aman.

"Kementerian PUPR akan menyambungkan kembali jembatan tersebut menunggu situasi reda atau arahan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) bahwa letusan sudah cukup aman. Kalau sekarang khawatir banyak susulan," kata Faizal, Senin (6/12/2021), dilansir dari Antara.

Jembatan Besuk Kobokan yang berada di ruas Jalan Nasional Turen-Lumajang dibangun pada tahun 1997 dengan panjang 129 meter dan lebar 9,6 meter. Jembatan ini berada 68,5 kilometer dari Turen.

Jembatan ini akan diperbaiki karena merupakan jalur utama yang menyambungkan Kota Lumajang dengan Malang. Karena belum bisa dimulai, Faizal pun belum dapat memprediksi kapan penyambungan kembali jembatan ini dapat selesai.

"Kalau kita lihat morfologinya memang cukup menantang untuk pembangunan kembali jembatan ini. Tentunya PUPR akan membangun ulang (rebuild) dan akan memperhatikan jika suatu saat akan terjadi banjir lahar dingin atau letusan yang terjadi seperti kemarin," katanya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Jalur Utama Logistik

Jembatan di lereng yang hancur diterjang lahar yang mengalir, terlihat pasca erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, Indonesia, Minggu (4/12/2021). Warga pun diimbau menjauhi daerah sekitar sungai yang berhulu di Gunung Semeru. (AP Photo)
Jembatan di lereng yang hancur diterjang lahar yang mengalir, terlihat pasca erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, Indonesia, Minggu (4/12/2021). Warga pun diimbau menjauhi daerah sekitar sungai yang berhulu di Gunung Semeru. (AP Photo)

Apabila sudah benar-benar dipastikan aman dari letusan susulan, Kementerian PUPR akan menurunkan petugas guna membuat desain perbaikan.

"Untuk waktunya, saya terus terang belum bisa menyampaikan sekarang karena tim sedang menganalisa kapan bisa dibangun dan beres sambil tunggu letusan berakhir dan stabil agar teman-teman bisa menganalisa dan mendesain dengan aman," ucapnya.

Ia juga akan melihat apakah dimungkinkan pembangunan jembatan darurat agar dapat selesai lebih cepat.

"Karena memang memakai jembatan darurat bailey pun akan terdapat keterbatasan. Dengan panjang 129 meter, tentu ini pekerjaan yang sangat menantang kalau mau memasang jembatan darurat, tapi pasti PUPR akan membangun kembali jembatan karena ini jalur logistik utama dari Lumajang ke Malang," ucap Faizal.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel