Pembangunan KEK Singhasari tahun pertama lampaui target

·Bacaan 2 menit

Pembangunan dan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari, di Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada tahun pertama dinyatakan telah melampaui target.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Jawa Timur Jumadi, di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis, mengatakan bahwa sejak peletakan batu pertama pada Oktober 2019, pembangunan KEK Singhasari telah melampaui target.

"Itu sudah diatur, pada tahun pertama progressnya apa, kedua apa, dan ketiga juga. Untuk tahun pertama, pada 27 September 2020, itu melampaui kinerja yang ditargetkan," kata Jumadi.

Jumadi menjelaskan, target yang ditetapkan pada tahun pertama usai ditetapkannya KEK Singhasari tersebut diantaranya adalah mempersiapkan kelembagaan, termasuk infrastruktur dasar pada kawasan.

Menurut Jumadi, terkait dengan kelembagaan KEK Singhasari, sudah mencapai 90 persen pada tahun pertama, kemudian, untuk infrastruktur dasar pada kawasan, proses pembangunan telah mencapai 70 persen, dan saat ini terus dirampungkan.

"Mulai kelembagaan hampir 90 persen sudah clear, infrastruktur dasar sudah sampai 70 persen. Infrastruktur di luar kawasan sedang berproses, ini sudah melampaui (target)," kata Jumadi.

Saat ini, lanjut Jumadi, KEK Singhasari memasuki tahun kedua pembangunan, yang ditetapkan hingga 27 September 2021. Pada periode tahun kedua tersebut, ada beberapa progress yang sudah dicapai.

Beberapa diantaranya adalah adanya kesepakatan bersama yang telah dicapai, dengan ditandatanganinya Letter of Intent (LOI), dan sejumlah nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU), oleh Badan Usaha Pembangunan, dan Pengelola (BUPP).

Jumadi menambahkan, selain proses pembangunan di dalam kawasan, juga disiapkan infrastruktur di luar kawasan untuk mendukung KEK Singhasari. Beberapa pembangunan yang dilakukan pada tahun kedua itu adalah pelebaran jalan, dan jembatan layang di Singosari.

"Tahun kedua, sekarang berproses semuanya. Artinya dalam rangka investasi di sini ada beberapa LOI, MOU, dari BUPP. Ini sedang kita evaluasi semuanya, termasuk supporting pemerintah seperti apa," kata Jumadi.

KEK Singhasari memiliki luas kurang lebih 120,3 hektare, dan akan fokus pada pengembangan sektor pariwisata, dan ekonomi digital. KEK Singhasari diproyeksikan menarik investasi mencapai Rp11,92 triliun, dan menyerap 6.863 tenaga kerja hingga 2030.

Saat ini, lanjut Jumadi, sektor pariwisata memang terdampak pandemi penyakit akibat penyebaran virus Corona, yang menyebabkan adanya kendala pada investasi dari sektor unggulan tersebut.

Namun, menurut dia, KEK Singhasari saat ini juga menggenjot sektor ekonomi digital yang didukung dengan adanya ekosistem digital di wilayah Malang Raya. Namun, untuk sektor pariwisata, dirinya percaya akan kembali menggeliat saat penyebaran COVID-19 terkendali.

"Ruang ekonomi akan kembali terbuka. Saat pemerintah sudah punya target, pasti pengusaha sudah jelas akan masuk. Artinya tidak jatuh berkepanjangan, jadi kita tetap masuk ke pariwisata," kata Jumadi.

KEK Singhasari merupakan kawasan ekonomi khusus pertama bidang pengembangan teknologi yang ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 68 Tahun 2019. Kawasan tersebut, mencakup wilayah seluas 120,3 hektare.

Pengembangan KEK Singhasari sendiri nantinya akan meliputi dua zona, yakni pariwisata dan zona pengembangan teknologi. Pada kawasan ekonomi khusus tersebut, diharapkan mampu menciptakan ekosistem digital yang terintegrasi.

Baca juga: Pemkab Malang dorong pembangunan KEK Singhasari

Baca juga: KEK Singhasari jadi modal kebangkitan ekraf di tengah pandemi

Baca juga: Menparekraf targetkan KEK Singhasari serap investasi Rp1 triliun

Baca juga: KEK Singhasari diharapkan jadi Silicon Valley Indonesia

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel