Pembangunan MNP tahap I A rampung 100 persen dilanjutkan tahap IB-C

Subagyo
·Bacaan 2 menit

PT Pelindo IV menyatakan pembangunan Makassar New Port (MNP) Tahap I A sudah rampung 100 persen dan kini diikuti dengan pembangunan tahap I B dan IC dengan nilai investasi Rp2,7 triliun.

Direktur Teknik PT Pelindo IV, Prakosa Hadi Takariyanto di Makassar, Senin mengatakan MN akan mengintegrasikan pelabuhan hub di Kawasan Timur Indonesia (KTI).

Dia mengatakan, pembangunan MNP Tahap I A berupa dermaga yang memiliki panjang 320 meter dan luas lapangan penumpukan 16 hektare dengan kapasitas terpasang sebanyak 400.000 hingga 500.000 TEUs per tahun.

“Selama 2020 [Januari hingga 13 Oktober 2020)], MNP sudah melayani kapal sebanyak 247 call dengan traffic container mencapai 95.283 TEUs," katanya.

Sementara sejak resmi beroperasi pada 2 November 2018 hingga 13 Oktober 2020, total kapal yang dilayani sebanyak 510 call dengan total traffic container mencapai 194.686 TEUs.

Sementara untuk pembangunan Tahap I B dan C Per 31 Oktober 2020, progress salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) itu sudah mencapai 58,92 persen.

Saat ini, lanjut Prakosa, pekerjaan yang sedang dilakukan adalah reklamasi, bore pile dan secant pile, produksi beton precast, instal beton precast dan insitu beton dermaga.

Pada Tahap I B dan Tahap I C yang pembangunannya kini sedang berjalan masing-masing memiliki panjang dermaga 330 meter dan 350 meter, sedangkan dermaga sisi selatan tahap I C yang saat ini dibangun bersamaan memiliki panjang 600 meter, sehingga total kapasitas Tahap I diperkirakan mencapai 2,4 juta sampai dengan 2,6 juta TEUs per tahun.

Sedangkan di Tahap I D lanjut dia, juga akan dibangun dermaga dengan panjang 310 meter.

Dengan perampungan MNP itu, Prakosa mengatakan, kelak pihaknya akan membangun sebuah kawasan industri di MNP untuk menciptakan ekosistem investasi yang sehat, khususnya di Sulsel dan KTI pada umumnya.

Kawasan industri yang dibangun akan terintegrasi dengan pelabuhan, sehingga MNP akan menjadi salah satu pelabuhan yang terintegrasi, karena pelabuhan dengan kawasan industri akan menyatu.

"Jadi nanti seluruh biaya yang terkait dengan barang logistik bisa ditekan lebih rendah karena barang yang keluar dari pabrik bisa langsung masuk pelabuhan, tidak perlu keluar lagi lewat jalan yang di luar pelabuhan," katanya.


Baca juga: Menhub: kapasitas MNP sama Pelabuhan Surabaya

Baca juga: Makassar New Port beri kontribusi pertumbuhan positif Pelindo IV

Baca juga: Makassar New Port kembangkan jalan tol yang terakses kereta api