Pembangunan Terminal Tiga Bandara Juanda Butuh Investor

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - PT Angkasa Pura selaku otoritas pengelola bandara Juanda di Sidoarjo, berencana membangun terminal 3 sebagai upaya mengantisipasi tingkat kepadatan bandara yang tiap tahun semakin tinggi. Upaya pembangunan terminal tiga yang rencananya bisa menampung 6 juta penumpang itu, diperkirakan menyerap investasi senilai Rp 7 triliun hingga Rp 8 triliun.

Dana sebanyak itu, tampaknya sebagian harus diperoleh dari investor swasta. Itu apabila PT Angkasa Pura, dalam perhitungannya nanti ternyata belum bisa memenuhi seluruh kebutuhan dana. Sebab sesuai Peraturan Pemerintah nomor 40 tentang Pembangunan Bandara, disebutkan bahwa bandara yang dikelola oleh badan usaha, maka pengembangannya harus dilakukan oleh badan usaha tersebut.

Kepala otoritas Bandar Udara Wilayah III Jatim, M Alwi mengatakan, rencana pembangunan terminal tiga tersebut saat ini sedang dikaji desainnya. Apabila dalam tahapan tersebut tidak ditemukan adanya masalah, maka pada 2014 upaya pengembangan bisa dilanjutkan dengan upaya pembebasan lahan.

"Tahun 2015 baru bisa dimulai pelaksanaan fisik," kata M Alwi di sela-sela pelaksanaan Focus Group Discussion Pengembangan Bandara Juanda yang digelar di Novotel Hotel, Surabaya, Senin (10/6/2013).

Kepala Dinas Perhubungan dan Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Provinsi Jawa Timur, Wahid Wahyudi mengatakan, Pemprov akan berupaya mencari celah agar bisa memberikan bantuan melalui APBN maupun APBD. Saat ini karena adanya regulasi PP 40 tahun 2012, hal itu belum bisa dilaksanakan.

"Kita akan diskusikan bersama untuk mencari celah di PP 40 tahun 2012 agar APBN atau APBD bisa masuk. Angkasa Pura juga harus menghitung dulu pendapatan dan kemampuan mereka seperti apa," kata Wahid.

Wahid pun sepakat, pembangunan terminal tiga Bandara Juanda ini merupakan keperluan yang mendesak. Sebab sepanjang tahun 2012, jumlah penumpang di Bandara Juanda telah mencapai angka 16,3 juta penumpang. Setiap tahun, diperkirakan pertumbuhannya mencapai 13 persen. Sayang, tingginya jumlah penumpang itu belum diimbangi dengan kapasitas gedung yang memadai, yang baru mencapai 6,5 juta orang.

"Usulan Gubernur Jatim, Pakde Karwo sudah ditangkap PT Angkasapura. Pengembangan bandara ini penting agar tidak menghambat pertumbuhan ekonomi Jatim," pungkasnya.

Baca Juga:

  • Rekrutan Perdana Moyes adalah Eks Rekan Seklub Syamsir Alam
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.