Pembangunan Tol Tanjung Benoa-Serangan Sesuai Kebutuhan Masyarakat

  • Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    Tempo
    Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    TEMPO.CO, Surakarta - Pembangunan jalan tol yang menghubungkan dua kota terbesar di Indonesia, Jakarta dan Surabaya, berdampak menyusutnya lahan pertanian. …

  • Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    TRIBUNnews.com
    Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    TRIBUNNEWS.COM - Sekitar 75 persen dari penduduk Indonesia memenuhi kehidupannya dengan uang kurang dari 4 dollar AS per hari. …

  • Potensi hasil laut senilai Rp 360 triliun raib

    Potensi hasil laut senilai Rp 360 triliun raib

    Merdeka.com
    Potensi hasil laut senilai Rp 360 triliun raib

    MERDEKA.COM. Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) menilai, sejak Presiden SBY mengeluarkan Instruksi Presiden No.15 Tahun 2011 tentang Perlindungan Nelayan, armada perikanan nasional justru bertumpuk di perairan kepulauan. …

Jakarta (ANTARA) - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Kadek Arimbawa menilai, rencana pembangunan ruas jalan tol layang yang menghubungkan Tanjung Benoa dan Serangan sesuai kebutuhan masyarakat Bali.

"Pembangunan ruas jalan tol layang tersebut merupakan opsi yang paling tepat untuk mengatasi kemacetan arus lalu lintas maupun manfaat lainnya di Bali," kata Kadek Arimbawa, di Benoa, Bali, Jumat.

Kadek Arimbawa, turut mendampingi Ketua DPD, Irman Gusman, yang melakukan peninjauan ke lokasi rencana pembangunan ruas jalan tol layang, menggunakan perahu moro di Teluk Benoa.

Anggota DPD dari Provinsi Bali ini menjelaskan, jika ruas jalan tol layang sepanjang sekitar 10 kilometer ini selesai dibangun, maka banyak manfaat yang bisa diperoleh masyarakat Bali.

Manfaat tersebut, menurut dia, selain mengatasi kemacetan arus lalu lintas, juga distribusi barang dan jasa menjadi lebih lancar, sehingga pertimbuhan industri pariwisata menjadi lebih pesat dan merata.

Rencana pembangunan jalan tol layang ini, menurut dia, merupakan opsi yang paling tepat karena ruas jalannya melingkar di Teluk Benoa dan Teluk Serangan, sehingga tidak mengganggu arus keluar masuk kapal di Pelabuhan Benoa serta tidak mengganggu penerbangan pesawat yang akan mendarat maupun baru terbang dari Bandara Ngurah Rai.

Arimbawa menjelaskan, semula Pemerintah Pusat akan membangun jembatan yang meghubungkan antara Tanjung dan Serangan berbentuk garing lurus, tapi cukup tinggi.

"Jembatan ini akan menggangu penerbangan pesawat dari dan ke Bandara Ngurah Rai yang lokasinya berdekatan," katanya.

Kadek mnambahkan, dirinya turut berkontribusi mengusulkan pembangunan ruas jalan tol layang dengan melingkari Teluk Benoa dan Teluk Serangan, sehingga tidak mengganggu arus kapal di Pelabuhan Benoa serta tidak mengganggu arus penerbangan dari dan ke Bandara Ngurah Rai.

Menurut dia, sejumlah elemen masyarakat di Bali juga telah menyampaikan aspirasi tersebut, baik ke DPRD dan Pemerintah Provinsi Bali, maupun ke Pemerintah Pusat.

"Sebagai masyarakat Bali, saya menyambut baik, rencana pembangunan jalan tol layang Tanjung Benoa-Serangan, sepanjang sekitar 10 kilometer," katanya.

Sementara itu, Divisi Teknik PT Jasa Marga, Eddy Bambang, menjelaskan, pembangunan ruas jalan tol layang yang menghubungkan antara Tanjung Benoa dan Serangan sepanjang sekitar 10 kilometer, rencananya mulai dibangun pada Nopember 2011.

Pembangunan jalan tol layang yang sebagian besar berada di atas laut dan hutan mangrove tersebut, menurut dia, dijadwalkan akan selesai pada semester pertama 2013.

"Kami menargetkan pembangun jalan tol layang itu sudah selesai, pada semester pertama 2013, yakni sebelum pelaksanaan pertemuan APEC di Bali pada semester kedua 2013," katanya.

Eddy Bambang menjelaskan, pembiayaan pembangunan ruas jalan tol layang tersebut sekitar Rp2,4 triliun dibiayai oleh konsorsium tujuh BUMN dengan "share" terbesar dari PT Jasa Marga.

Enam BUMN lainnya adalah, PT Pelabuhan Indonesia III, PT Angkasa Pura I dan Bali Tourism Development Centre (BTDC), PT Wijaya Karya dan PT Hutama Karya, serta PT Adhi Karya sebagai pemenang tender jalan tol Serangan-Tanjung Benoa.

Menurut dia, dengan dibangunnya jalan tol layang Tanjung Beno-Serangan, maka banyak manfaat yang bisa diperoleh, seperti mengatasi kemacetan laulintas, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta lebih menggairahkan industri pariwisata.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...

Artikel Bisnis Terpopuler