Pembatalan Kenaikan Tiket Candi Borobudur Diharapkan Bisa Tingkatkan Pariwisata

Merdeka.com - Merdeka.com - Presiden Joko Widodo membatalkan rencana kenaikan tarif naik ke stupa Candi Borobudur sebesar Rp750.000 untuk turis lokal dan USD 100 untuk turis asing. Hal tersebut telah diputuskan dalam Rapat Terbatas tentang Pariwisata di Istana Kepresidenan.

"Dapat kami sampaikan bahwa Keputusan Presiden adalah membatalkan rencana kenaikan dari tarif untuk menaiki bangunan Candi Borobudur menuju stupa," kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno di Jakarta, Selasa (14/6).

Sandiaga menilai, pembatalan kenaikan tarif tiket tersebut diharapkan bisa membangkitkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif masyarakat sekitar. Namun, di sisi lain pelestarian cagar budaya Candi Borobudur tetap jadi prioritas utama.

"Saat ini ekonomi masyarakat yang masih dalam taraf pemulihan, kita turut berempati, kita turut memastikan bahwa Borobudur ini menjadi satu icon kebudayaan pariwisata sebuah situs kelas dunia," kata dia.

Pemerintah Rancang Wajah Baru Taman Wisata Candi Borobudur

Untuk itu, pemerintah akan membuat wajah baru dari Candi Borobudur yang lebih terintegrasi. Dikelola dengan manajemen yang kompeten baik dari sisi infrastruktur maupun SDM.

Kawasan yang terintegrasi ini tentunya harus berpihak kepada pariwisata yang berkualitas berbasis komunitas masyarakat, berkelanjutan, dan pariwisata hijau (green tourism). Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Jokowi yang meminta kelestarian dan keberlanjutan Candi Borobudur terjaga.

Sebagai bahan perbandingan, para menteri juga membahas skema pengelolaan situs bersejarah dunia lainnya seperti Piramida, Macupicu dan lain sebagainya. Sehingga pemerintah merasa perlu meminta pandangan dari para ahli arkeolog dan konservasi untuk mendesain gaya baru wisata di Candi Borobudur.

Setidaknya wisata di Candi Borobudur akan dibungkus dengan konsep edukasi, penelitian, konservasi atau spiritual dan wisata khusus tamu negara.

"Jumlah wisatawan yang dibatasi untuk menaiki bangunan dari Candi Borobudur ini tentunya meliputi tiga hal, yaitu wisata edukasi, wisata penelitian, wisata konservasi atau spiritual, dan juga untuk tamu-tamu negara," jelas Sandiaga Uno.

Untuk itu, saat ini Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif saat ini sedang menyiapkan peta jalan dan pola perjalanan, wisata seperti augmented reality, virtual reality, yang terdigitalisasi. Nantinya juga akan dihadirkan light and sound show karena di relief Borobudur banyak alat musik yang tergambarkan.

"Dan ini menunjukkan bahwa The Sound Of Borobudur menjadi satu kearifan di 1.200 tahun lalu," kata Sandiaga. [idr]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel